INILAH.COM, Madrid Pemain sayap Real Madrid, Robinho, mengaku dirinya tidak senang di Santiago Bernabeu dan kembali menegaskan keinginannnya untuk bergabung ke Chelsea.
Pemain tim nasional Brasi ini sejak lama diincar klub London Barat tersebut, namun pembicaraan yang dilakukan kedua belah pihak kembali menguap setelah Ketua Eksekutif Chelsea Peter Kenyon mulai jualan kaos replika Robinho.
Robinho tidak diturunkan pelatih Bernd Schuster dalam laga perdana Madrid saat melawan Deportivo La Coruna. Pemain berusia 24 tahun ini menggunakan waktu luangnya untuk menggelar jumpa pers demi menunjukkan rasa frustasinya di Madrid.
"Situasi masih tetap sama. Saya ingin bermain untuk Chelsea, seperti yang telah saya katakan kepada presiden (Ramon Calderon), pelatih dan direktur olahraga (Pedrag Mijatovic). Saya ingin bermain di sana. Saya tidak tahu apa yang bisa saya lakukan," tegas mantan pemain Santos ini.
Menurut Robinho, Calderon mengatakan jika ada tawaran baru, mereka akan melepaskan dirinya. "Chelsea memiliki peluang emas untuk mendapatkan saya, tapi situasinya masih belum jelas," ujar Robinho.
Ketika ditanya apakah dia menolak tampil melawan La Coruna, hal itu bukan tanggung jawabnya. "Tidak, jika Schuster ingin mempertahankan seorang pemain yang tidak betah, maka tanggung jawab ada di pundaknya," katanya.
Robinho menambahkan rasa frustasinya dengan Madrid dikarenakan mereka terus menahan kepergiannya dengan tawaran kontrak baru, sementara mereka masih terus berharap bisa mendapatkan Cristiano Ronaldo dari Manchester United.
"Sejak Mei, saya sudah mencoba untuk memperbarui kontrak saya, tapi mereka tidak menginginkannya karena mereka sudah yakin bisa mendapatkan Ronaldo. Sekarang, karena mereka tidak menggaet pemain lagi, mereka tidak melepaskan saya," akunya. [Rakai Pikatan/I4]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !