INILAH.COM, Jakarta Ketua Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab tidak terlihat saat terjadinya penyerangan terhadap massa Aliansi Kebangsaan untuk Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan (AKKBB) di sekitar Monas pada 1 Juni 2008.
Hal itu diungkapkan Bripda Mugiono, anggota Pospol Monas Timur, yang menjadi saksi atas terdakwa Habib Rizieq, saat menjawab pertanyaan Hakim Ketua Panusunan Harahap, di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Senin (1/8).
Insiden itu, kata Mugiono, terjadi pada sekitar pukul 13.05 WIB, saat massa AKKBB dan FPI sudah saling berhadapan. "Massa FPI tahu-tahu datang dari lapangan futsal di Monas. Kemudian terjadi penyerbuan dan penyerangan. Tempat terjadinya di sekitar cawan Monas timur," jelasnya.
FPI, lanjutnya, menyerang dengan menggunakan pentungan dari bambu dan kayu. Massa FPI, kemudian meminta AKKBB untuk menutupi spanduk yang bertuliskan 'Kebebasan Beragama'.
"Kami tidak bisa mengatasinya, karena pengamanan dari pospol hanya empat orang. Tiga orang berseragam dari pospol Monas dan satu berpakaian preman. Korban yang jatuh setahu saya lebih dari 10 orang. Tapi untuk korban jiwa, setahu saya tidak ada," papar Mugiono.
Usai mendengarkan kesaksian Mugiono, Rizieq berkomentar singkat,"Kesaksian itu tidak ada kaitan dengan saya." [R2]