INILAH.COM, Jakarta - Inflasi pada Agustus 2008 mencapai 0,51%, lebih rendah dibanding periode bulan sebelumnya yakni 1,37%. Komoditas pangan masih menjadi penyumbang terbesar inflasi.
"Penyumbang terbesar inflasi yakni makanan sebesar 0,94%, ikan segar (0,59%), daging ayam ras (0,05%), 0,04% akibat kenaikan harga elpiji," ucap Kepala Badan Pusat Statistik (BPS), Rusman Heriawan, Senin (1/9), di Jakarta.
Menurut Rusman, inflasi terjadi karena adanya kenaikan indeks barang dan jasa di semua kelompok yang mengalami inflasi antara lain sektor makanan yang paling tinggi 0,94%, makanan jadi, minuman rokok 0,59%, perumahan, air listrik, gas dan bahan bakar 0,53%.
Harga yang mengalami penurunan adalah kelompok sandang 0,53%, transportasi, komunikasi dan jasa keuangan 0,01% karena tidak ada lagi kenaikan tarif angkatan berdasarkan catatan BPS.
Seperti diumumkan BPS pukul 13.33 WIB, kenaikan inflasi terjadi di 60 kota, 6 kota sisanya deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Mamuju yakni 3,21% dan yang terendah di Pematang Siantar 0,02%. Sedangkan deflasi tertinggi di Kupang 0,97% dan terendah 0,06% di Kendari.[L5]