INILAH.COM, Jakarta - Maia dan rombongan hadir di rumah Dhani untuk merayakan ulang tahun Al yang ke-11, pada Minggu (31/8) tengah malam lalu. Di tengah tragedi pemukulan, Maia merayakan ulang tahun anaknya tanpa lilin dan kado.
Ulang tahun Al yang seharusnya dirayakan penuh suka cita, tapi ternyata berujung kelabu. Karena Pipit, manager Maia yang diajak ikut serta, dipukuli oleh satpam dan pembantu Dhani. Tidak hanya itu, kata-kata kasar penuh makian juga terlontar dari mulut Dhani.
"Aku memang sengaja datang ke sana ajak orang lain. Karena kalau terjadi apa-apa ada yang melihat. Ternyata benar, terjadi pemukulan terhadap Pipit. Bagaimana kalau aku sendiri? Pasti lebih hancur lagi," ujar Maia. Pemukulan memang bukan sekali ini saja terjadi. Maia sudah sering kali dipukul Dhani.
Saat Pipit diserang, Al justru membela Pipit. "Aku kaget, Al justru berlari berusaha melindungi Pipit yang sedang diserang. Dia teriak-teriak minta agar Pipit dilepaskan," jelas Maia.
"Aku miris, kok bapaknya melakukan seperti itu di depan anak-anak. Bapaknya mengeluarkan kata-kata kasar. Kasihan anak-anakku, mereka ketakutan," ujar Maia sedih. Rencananya Maia ingin membawa anak-anaknya ke psikiater.
Pipit langsung dilarikan ke rumah sakit, Namun Maia tetap bertahan di rumah itu. Ia ingin menunggu detik-detik ulang tahun anaknya.
Yang paling tak terlupakan, Maia merayakan ulang tahun ke-11 Al dengan kondisi yang menyedihkan. Tidak ada kado dan kue ulang tahun. Bahkan dalam suasana mencekam dan penuh ketegangan.
"Tak ada kue. Yang ada hanya dua korek api. Akhirnya aku nyalakan dua korek api, seperti angka 11. Al pun meniup korek itu. Lalu kami berpelukan sambil nangis," jelas Maia yang tak akan pernah bisa melupakan peristiwa menyedihkan ini.[L7]