inovasi portal berita
Sabtu, 11 Februari 2012 Follow: Facebook twitter Dollar Kurs BI: 1 US Dollar = Rp.8,993.00   Mobile Mobile   Newsletter Newsletter   RSS RSS

Genjot Ekspor Produk Potensial

Headline
Sri Mulyani - inilah.com/Bayu Suta
Oleh: Asteria & Ibrahimsyah
Selasa, 2 September 2008 | 21:29 WIB
INILAH.COM, Jakarta Demi mengantisipasi melemahnya ekspor akibat perlambatan ekonomi global, pemerintah meminta agar potensi ekspor Indonesia yang masih sangat besar, terus digenjot.
Hal ini diungkapkan Menteri Keuangan Sri Mulyani di Gedung Departemen Keuangan, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta Pusat. Menurutnya, kinerja ekspor harus terus ditingkatkan untuk mengantisipasi melemahnya ekspor akibat perlambatan ekonomi global.
Pasalnya, ekspor Indonesia, baik dari segi harga maupun secara volume, dipengaruhi oleh merosotnya permintaan. "Perdagangan memang menunjukkan surplus. Namun, hal ini harus dikelola secara hati-hati," kata Sri Mulyani yang juga Pelaksana Tugas Menko Perekonomian, Selasa (2/9).
Rendahnya nilai ekspor Juli 2008 dibanding impor, menyebabkan Neraca Perdagangan Indonesia (NPI) menjadi defisit, sehingga perlu pengelolaan secara terencana. Sedangkan kalau impor yang tujuannya untuk produksi, menurut Sri, memang tidak bisa dicegah. Sebab, korelasi impor barang modal dan bahan baku akan berimbas positif terhadap kinerja perekonomian secara makro.
Sri Mulyani menyatakan untuk menjaga neraca pembayaran secara keseluruhan kompensasinya adalah dari sisi neraca transaksi modal. Hal ini berhubungan dengan upaya menciptakan lingkungan ekonomi yang baik sehingga modal masuk baik dalam bentuk portofolio maupun FDI (Foreign Direct Investmen). "Kelihatan sudah mulai tinggi," katanya.
Pertumbuhan investasi yang berasal dari arus modal luar negeri secara keseluruhan, sebetulnya dinilai aman. Tapi, komposisinya mungkin akan berubah karena konsekuensi dari pertumbuhan ekonomi berkelanjutan, yaitu di atas 6%.
"Tingginya nilai impor sebenarnya sudah cukup tajam dalam setengah tahun terakhir. Kendati demikian, kondisi ini tidak akan mengganggu pertumbuhan ekonomi. Growth kita masih cukup kuat," imbuhnya.
Sebelumnya Badan Pusat Statistik (BPS) merilis, untuk pertama kali pada bulan Juli 2008 neraca perdagangan Indonesia mengalami defisit. Defisit itu terjadi karena karena ekspor pada bulan tersebut tercatat sebesar US$ 12,55 miliar, sementara impornya mencapai US$ 12,82 miliar sehingga defisitnya US$ 270 juta.
Padahal pada Juni 2008, demikian pengumuman resmi BPS (Badan Pusat Statistik), neraca perdagangan Indonesia masih mengalami surplus sebesar US$880 juta. Pada Juni, ekspor Indonesia tercatat US$ 12,9 miliar, sementara nilai impor tercatat US$ 12,02 miliar.
Tetapi, jika dihitung secara kumulatif dari Januari sampai Juli 2008, Indonesia masih mengalami surplus sekitar US$ 5,15 miliar. Surplus perdagangan terus mengecil
karena adanya defisit pada bulan Juli.
Ekspor Juli mencapai US$ 12,55 miliar, turun 2,65% dibanding ekspor Juni 2008. Namun dibanding Juli 2007 mengalami peningkatan 25,03%. Ekspor pada periode Januari-Juli 2008 mencapai US$ 83,03 miliar. Secara sektoral, ekspor non migas tercatat US$ 9,68 miliar turun 2,38%, dibanding Juni 2008, tetapi dibanding tahun sebelumnya naik 17,84%.
Penurunan ekspor non migas terjadi pada lemak, dan minyak hewan nabati (CPO) sebesar US$1,48 miliar. Penurunan ekspor CPO terjadi karena harga CPO yang turun di pasar internasional menyusul penurunan harga minyak dunia.
Ekspor non migas terbesar masih ke Jepang US$ 1,46 miliar, disusul Singapura US$ 1,13 miliar dan US$1,12 miliar.
Sedangkan nilai impor Juli mencapai US$ 12,82 miliar atau naik 6,59% dibanding Juni 2008. Impor migas mencapai US$ 3,57 miliar atau naik 27,88% dibanding Juni 2008, sedangkan impor non migas mencapai US$ 9,24 miliar atau naik 72,12% dibanding Juni 2008. [E1]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA TERKINI
BERITA POPULER
RSS| Layanan Mobile| Tentang Kami| Disclaimer| Kontak Kami| Karir| Newsletter
Copyright 2008 - 2012 inilah.com, All rights reserved inilah.com.