INILAH.COM, Madrid Keputusan tiba-tiba pemain sayap Real Madrid, Robinho yang menerima pinangan Manchester City, membuat Presiden Madrid Ramon Calderon tidak habis pikir.
Selama sebulan terakhir, Robinho disebut-sebut akan meninggalkan Santiago Bernabeu dan Chelsea ingin agar pemain berusia 24 tahun ini bergabung ke Stamford Bridge.
Sayangnya, keinginan Chelsea mentah setelah Madrid bersikeras tidak akan menjual Robinho. Namun, entah angin apa, tiba-tiba Robinho memilih pindah ke Eastlands daripada merapat ke Chelsea seperti yang disebutkan sebelumnya.
Akhir pekan lalu, Calderon kembali menegaskan jika Robinho tidak akan kemana-mana, namun selang 11 jam sebelum bursa transfer ditutup, terdengar kabar jika pemain Brasil ini pindah ke City.
"Robinho mengalami masalah dengan jalan pikirannya yang menurutnya lebih penting dibandingkan yang kami pikirkan sebelumnya. Saya berbicara dengannya beberapa kali, ketika dia berbicara mengenai situasinya, dia merengek dan meminta pindah," aku Calderon.
Menurut Calderon, kepindahan dari Madrid bukan karena alasan olahraga. Ada sesuatu yang tidak bisa Calderon mengerti.
"Tapi yang paling penting adalah tim ini tidak bisa dilemahkan oleh seorang pemain yang hanya akan membuat kecewa. Bukan tujuan kami untuk menjual para pemain kami. Kami mempertahankan kepentingan klub," tegas Calderon.
Calderon menambahkan, alasan-alasan lain yang membuat para pemain pindah dikarenakan alasan kemanusiaan dan alasan olahraga.
"Robinho merasa sangat buruk jika terus bertahan di Madrid," imbuhnya. [Rakai Pikatan/I4]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !