INILAH.COM, Jakarta - Sekalinya ketemu, setelah sebulan lebih terpisah, fakta menyedihkan ditemui Maia tentang anak-anaknya. Ternyata apa yang Dhani bilang tentang anak-anaknya selama ini bohong.
Tragedi pemukulan Pipit, manager Maia oleh pembantu Dhani beberapa waktu lalu mengungkap banyak fakta baru yang membuat Maia semakin miris melihat penderitaan anak-anaknya.
Kalau selama ini, Dhani mengeluarkan anak-anaknya dari sekolah dengan alasan mau disertakan dalam program home schooling, ternyata tidak benar.
Setelah merayakan ultah Al dengan meniup 2 buah korek api, Maia berbicara dengan anak-anaknya dalam kondisi yang masih sangat menegangkan. "Ternyata cuma les biasa. Ada 2 guru yang datang. Itu pun cuma 3 hari sekali," jelas Maia.
"Anak-anak yang bisa seperti itu. Ternyata bukan program home schooling seperti yang diungkap mas Dhani," ujar Maia dengan nada sadih. Hal itu sangat disesalkan Maia.
Maia juga sangat menyesalkan peristiwa pemukulan Pipit. "Mas Dhani berteriak-teriak memaki-maki dengan kata-kata kasar di depan anak-anak, sampai anak-anak menangis. Itu yang saya sesalkan. Kenapa harus di depan anak-anak?," tutur Maia sedih.
"Setelah ngobrol dengan anak-anak, saya dan anak-anak berpelukan dan nangis bareng-bareng," jelas Maia.[L7]