INILAH.COM, Jakarta - Menteri Keuangan Sri Mulyani menyatakan penyusunan RAPBN 2009 dirancang untuk menjaga agar situasi Pemilu 2009 tetap berjalan lancar dan tenang.
Namun, ia dengan tegas menyangkal jika ada anggapan bahwa APBN 2009 difokuskan untuk memenangkan pemilu mendatang.
Hal itu disampaikan Menkeu dalam rapat kerja dengan Komisi XI DPR RI, Jakarta, Selasa (2/9) malam.
"APBN dibuat tidak dengan elemen yang agak sembrono atau terlalu difokuskan pada pemilu dalam arti untuk memenangkan pemilu, tidak," tegas Menkeu menanggapi pertanyaan anggota Komisi XI Fraksi PKS, Rama Pratama.
Menkeu menegaskan APBN dibuat untuk menciptakan environment (lingkungan) yang stabil. Oleh karena itu, skenario harga yang ditetapkan pemerintah disesuaikan dengan harga yang sensitif secara politik, ekonomi, sosial.
"Karena kalaupun pemerintah mengusulkan harga seperti listrik, BBM dan lainnya, pasti tidak akan disetujui DPR," tambahnya.
Untuk itu, APBN diharapkan bisa menyerap kemungkinan adanya volatilitas harga. Karena untuk harga-harga yang sensitif secara politik, seperti harga listrik, BBM, air dan lainnya, menjadi costly (mahal) jika itu dinaikkan bersamaan dengan pemilu.[L2]