Minggu, 27 Mei 2012 | 01:21 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Harga Nego Tangguh Belum Putus
Headline
Sri Mulyani - inilah.com/Abdul Rauf
Oleh: Rahman Ramadhan
web - Rabu, 3 September 2008 | 17:11 WIB
INILAH.COM, Jakarta - Pemerintah hingga kini belum memutuskan harga negosiasi ulang kontrak penjualan gas alam cair (liquified natural gas/LNG) Tangguh dengan Pemerintah China.

"Saya tidak akan menyatakan pandangan sekarang, karena yang namanya negosiasi itu berkembang. Jadi nanti saya kumpulkan dulu," kata Pelaksana Jabatan Menko Perekonomian, Sri Mulyani Indrawati, di Kantor Kepresidenan, Rabu (3/9).

Keputusan penjualan gas Tangguh ke Fujian China terjadi pada masa pemerintahan Presiden Megawati di 2002 silam. Pemerintah saat itu, memutuskan menjual gas alam cair Tangguh seharga US$ 2,4 per mmbtu dengan patokan harga minyak mentah US$ 25 per barel.

Harga ini selanjutnya diperbarui lagi menjadi US$ 3,35 per mmbtu pada 2006 dengan patokan harga minyak US$ 38 per barel.

Menurut Sri Mulyani, perubahan situasi pasar menyebabkan harga juga melonjak. "Memang banyak faktor yang bisa dijadikan alasan untuk mulai melakukan atau melihat kembali kontrak tersebut," pungkasnya.[L5]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.