INILAH.COM, New York - Wall Street berakhir mixed di tengah lesunya pasar, Rabu (3/9), dengan sejumlah investor masih belum yakin dengan masa depan ekonomi AS menjelang pengumuman data tenaga kerja, Jumat (5/9).
Selain itu Wall Street juga tertekan oleh melemahnya sejumlah besar saham-saham komoditas seiring dengan merosotnya harga minyak mentah di level US$ 109 per barel.
Departemen Perdagangan memberikan sedikit kabar baik dengan menyebutkan permintaan untuk produk manufaktur meningkat 1,3% pada Juli. Angka itu lebih tinggi dari perkiraan analis yang mematok 0,8%.
Namun, para pelaku pasar kemudian terpukul dengan kabar melemahnya penjualan mobil pada Agustus, ditambah lagi dengan munculnya pernyataan The Fed bahwa secara nasional ekonomi AS sedang lesu darah.
Tak hanya itu, investor juga dibuat kebat kebit dengan kabar sektor teknologi dan industri juga gontai.
Dengan kondisi itu, indeks Dow Jones masih menguat 15,96 poin menjadi 11.532,88. Namun, indeks Standard & Poor's 500 harus turun 2,60 menjadi 1.274,98, dan indeks Nasdaq jatuh 15,51 menjadi 2.333.73.[L2]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !