INILAH.COM, London Kocek klub Tottenham Hotspur sudah pasti bertambah tebal. Setidaknya, Tottenham mengantungi lebih dari 50 juta pound dari penjualan Robbie Keane dan Dimitar Berbatov.
Meski meraup untung, tak urung Tottenham dikecewakan oleh sikap Keane dan Berbatov yang tak menghormati kontraknya. Mereka tak lagi memiliki loyalitas dan komitmen pada klub.
Bercermin dari kasus tersebut, pimpinan Tottenham David Levy menilai sudah tak ada gunanya memberi kontrak jangka panjang kepada pemain. Pasalnya, mereka bisa seenaknya meminta pergi tanpa menghormati kontraknya. Terbukti, Berbatov sudah kehilangan loyalitas meski kontraknya masih empat tahun lagi. Levy juga mendesak agar sistem transfer di Liga Primer diperbarui.
"Tak ada gunanya memberikan kontrak jangka panjang kepada pemain. Itu sudah tak berlaku lagi. Liga Primer harus mengkaji kembali sistem transfer pemain," kata Levy yang mendukung langkah pelatih Juande Ramos saat tidak memainkan Berbatov karena sudah tak fokus lagi pada klub.
"Apa yang dilakukan Juande sudah tepat. Kalau sudah begini tak ada gunanya merangkul dan memeluk pemain saat berada di ruang ganti. Mereka sudah tak ada niat lagi bermain untuk klub dan rekan-rekannya. Dalam situasi ini kami tak punya pilihan kecuali menjualnya," lanjutnya.
Levy optimistis skuad Tottenham tetap kuat tanpa Keane dan Berbatov. Timnya bisa mengandalkan Roman Pavlyuchenko yang direkrut dari Spartak Moscow dan Fraizer Campbell, mantan striker Manchester United. Kedatangan Campbell merupakan bagian dari deal Berbatov. [Gonang Susatyo/I4]