INILAH.COM, New York - Pada perdagangan Kamis (4/9) Wall Street terpukul oleh kejatuhan indeks Dow Jones lebih dari 340 poin sebagai imbas dari kecemasan pasar atas data ekonomi soal belanja ritel dan tingkat pengangguran Agustus.
Pasar sebenarnya sudah nervous karena telah menunggu laporan data ekonomi itu sejak beberapa hari terakhir ini. Pasar mengira laporan belanja ritel akan menurun seiring melemahnya belanja masyarakat AS setelah harga BBM dan makanan meningkat dan memukul anggaran mereka.
Wal-Mart Stores Inc., peritel terbesar AS, mungkin mampu memupus kecemasan pasar dengan meluncurkan program diskon besar-besaran. Namun bagi peritel kecil, hal itu tak mungkin dilakukan karena dari sisi modal mereka tak mampu menandingi Wal-Mart Stores.
Sementara Departemen Tenaga Kerja mengatakan surat permohonan asuransi untuk pengangguran meningkat 15.000 pekan lalu dibandingkan pekan sebelumnya.
Kedua faktor itu menjadi indikator bahwa ekonomi AS tengah lesu, yang langsung direspons negatif oleh pasar.
Berdasarkan perhitungan awal, indeks Dow Jones anjlok 344,65 poin menjadi 11.188,23. Itu merupakan penurunan paling dalam untuk indeks saham unggulan sejak 26 Juni lalu ketika jatuh lebih dari 358 poin.
Hal itu diikuti juga oleh indeks Standard & Poor's 500 yang turun 38,15 poin menjadi 1.236,83, dan indeks Nasdaq merosot 74,69 poin menjadi 2.259,04.[L2]