Rabu, 23 Mei 2012 | 05:20 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Skenario Terburuk Terjadi di BEI
Oleh:
web - Jumat, 5 September 2008 | 14:30 WIB
Sesuai perkiraan saya, akhirnya datang juga skenario terburuk IHSG : sesi 1 pada Jumat (5/9) ditutup menyentuh level dibawah 2000, perkiraan saya sesi 2 situasi di lapangan masih tidak akan banyak berubah, masih akan dihantui oleh 'guyuran' penurunan saham-saham.

Karena pada penutupan sesi 1 IHSG tidak memberikan tanda-tanda perlawanan sama sekali terhadap pukulan bertubi-tubi yang datang.

Dengan Indeks Australia yang juga pecah ke bawah level psikologis 5.000, tampaknya sulit untuk menutup hari ini ke atas level psikologis 2000 lagi, kalaupun ada yang bisa diharapkan selain intervensi pemerintah adalah kemungkinan adanya cover short oleh para spekulan yang memanfaatkan momentum penurunan indeks regional.

Tapi seberapa besar arus buyback itu juga bisa kita takar, dengan pemodal asing yang pada sesi 1 membukukan net sell 117 miliar Rupiah, tampaknya cover short yang biasa dilakukan pemodal domestik susah diharapkan untuk mengembalikan IHSG ke level 2000an.

Dalam pasar modal memang semua hal bisa saja terjadi, dan tentu bicara kuantitas, lebih banyak pihak yang mengharapkan IHSG untuk kembali menyentuh kepala 2, tapi kalau kita bicara kualitas dana, keadaannya bisa jadi berbeda.
Yang jelas, sesi 2 akan berjalan semakin menarik karena di sisi lain rupiah juga perlu 'bodyguard' mengingat ia sudah berada di posisi Rp 9330 terhadap dolar Amerika.

Jika BI Rate dinaikkan untuk keperluan mengamankan sektor finansial dan 'menganaktirikan' sementara sektor riil, maka hari ini setidaknya di lantai bursa, terbukti bahwa kebijakan tersebut justru ikut memukul IHSG yang bisa dikatakan sebagai cerminan kondisi perekonomian kita, saham-saham sektor perbankan pun ikut surut, saham-saham perbankan besar sebut saja BMRI, BBCA, BDMN, BBNI dan BBRI semuanya terpukul.

Waktu terus berjalan dan tampaknya waktu membawa 1 misi saat ini yaitu menunggu pembuktian 'saktinya' kebijakan BI itu.

Dari bangku penonton, saya melihat tampaknya BI perlu memainkan variasi pukulan selain 1 jurus Upper Cut kenaikan suku bunga yang berlangusung beberapa bulan belakangan.

Irwan Buniardi
irwan.buniardi@megaci.com
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.