INILAH.COM, New York - Jelena Jankovic dan Serena Williams akan bertemu pada pertandingan final tunggal putri turnamen tenis AS Terbuka setelah sama-sama menang meyakinkan pada pertandingan semifinal Jumat (5/9) waktu setempat.
Sebelum turun hujan yang diperhitungkan akan membasahi Flushing Meadows, petenis Serbia Jankovic menyelesaikan pertandingan dengan mengalahkan petenis Rusia, Elena Dementieva 6-4, 6-4. Petenis berotot Williams kemudian menghentikan perlawanan Dinara Safina 6-3, 6-2.
Jankovic dan dua kali juara Williams akan bertanding di final grand slam terakhir tahun ini tidak hanya untuk menentukan siapa juaranya, tetapi juga untuk menentukan petenis nomor satu dunia Sabtu petang di Arthur Ashe Stadium.
Bagi unggulan kedua Jankovic, pertandingan mendatang merupakan pengalaman baru karena sebelumnya ia belum pernah maju dari putaran empat besar pada pertandingan besar.
"Seperti dapat Anda lihat, air mata saya berlinang," kata petenis berusia 23 tahun dari Beograd itu dalam wawancara di tepi lapangan, "Saya agak emosional maju ke final ini."
Petenis Serbia itu, yang berjuang mengatasi cederanya sepanjang musim ini, mengatakan, kebugarakan fisiknya merupakan faktor utama melajunya ia putaran akhir di Flushing Meadows.
"Ini merupakan pertandingan grand slam pertama yang saya alami tanpa cedera dan masalah itu tidak ada menghantui saya sepanjang turnamen," kata Jankovic kepada wartawan.
"Saya sehat dan saya benar-benar menginginkan melakukan yang terbaik. Saya fokus dan percaya diri dan saya memiliki motivasi," tambah petenis Serbia itu, yang dengan cepat naik ke posisi atas peringkat pettenis bulan lalu.
Juara Olimpiade Beijing Dementieva, runner-up AS Terbuka 2004, mematahkan servisnya pada game pertama dan sempat unggul 4-2 tetapi Jankovic meraih empat game berikutya untuk memenangi set itu.
Petenis Rusia itu kembali memimpin pada set kedua, tetapi setelah melakukan serangkaian pematahan servis, lawannya melakukan permainan amat vital pada game ke-10 sehingga akhirnya tampil lagi sebagai pemenang.
Kendati Dementieva, seperti Jankovic, belum pernah meraih gelar grand slam, namun kekalahannya masih terobati dengan kemenangannya di Beijing bulan lalu.
"Saya tidak kecewa sedikit pun," kata petenis berusia 26 tahun itu, "Karena Olimpiade merupakan tujuan saya dan saya sudah mendapatkannya. Saya tidak menyesal dengan kekalahan ini."
"Bahkan ketika saya datang ke sini dan kalah pada putaran pertama pun, saya tidak akan kecewa. Perjalanan tenis saya bagus. Saya mencoba apa yang dapat saya lakukan," katanya. [*/I4]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !