INILAH.COM, New York Petenis putri terbaik dunia yang baru akan muncul, Senin (8/9). Siapa? Serena Williams atau Jelena Jankovic? Siapapun yang memenangkan partai final turnamen grand slam AS Terbuka, Minggu (Senin pagi WIB), berhak menggeser Ana Ivanovic.
Penantian publik terhadap munculnya petenis putri nomor satu dunia, apa boleh buat, tertunda sehari. Badai Hanna yang melanda Amerika Serikat, membuat partai final AS Terbuka yang harusnya dimainkan Sabtu (6/9), ditunda sehari.
Duel final kali ini memang lebih bermakna ketimbang sebelumnya. Kecuali menentukan siapa yang berhak meraih gelar grans slam tutup tahun, partai ini juga memastikan siapa yang berhak bertahta sebagai petenis nomor satu dunia pada tutup tahun. Mereka, Serena atau Jankovic, bakal menggeser Ivanovic.
"(Petenis) nomor satu dunia bukan target saya saat ini. Saya tahu, saya akan mendapatkannya jika saya terus tampil di tunamen. Saya hanya ingin memenankan grand slam. Saya hanya ingin main dan tetap fit. Saya kira, dengan begitu, peringkat akan datang dengan sendirinya," tutur Serena Williams.
Dibanding Jankovic, Serena lebih berpengalaman di AS Terbuka. Dua kali dia berjaya di Flushing Meadows, New York. Tapi, gelar terakhirnya diraih delapan tahun lalu. Jika sukses, ini pun jadi gelar utama keduanya tahun ini setelah Australia Terbuka.
Karena itu, bagi peraih delapan gelar grand slam itu, ditunda atau tidak, final baginya tak masalah. "Saya siap main besok. Saya siap main pada Minggu, Senin, Selasa. Bagi saya, ini tidak masalah," katanya setelah mengalahkan Dinara Safina 6-3, 6-2 di semifinal.
Perbedaan reputasi Serena dan Jankovic bak siang dengan malam. Jankovic, 23 tahun, baru kali ini tampil di final grand slam. Dia merebutnya setelah menang 6-4, 6-4 atas petenis Rusia peraih medali emas Olimpiade Beijing, Elena Dementieva.
Jankovic pun sadar, peluangnya tak bisa dikatakan lebih besar memenangkan partai final. "Secara keseluruhan, saya kira dia pemain terkuat di tur, bersama saudaranya," ujar Jankovic merujuk Venus Williams. Di Australia Terbuka, dalam perjalanan menuju semifinal, Jankovic mengalahkan Venus, kakak Serena.
Menurutnya, duet Williams memiliki power tak tertandingi di gelanggang tenis wanita. Karena itu, untuk mengalahkan mereka, Jankovic merasa harus berada pada performa terbaiknya. Dia harus berjuang mengejar bola dan mengembalikannya. Sulit, tapi dia berjanji akan berusaha sekuat tenaga.
Jankovic yang jadi unggulan kedua, sempat menduduki posisi petenis putri terbaik dunia sesaat, bulan lalu. Sepanjang karier, rekor pertemuannya dengan Serena adalah 3-3. Dia terpacu memenangkan AS Terbuka. Jika berhasil, ini gelar grand slam pertamanya.
"Secara mental, saya merasa lebih kuat. Soalnya, saya betul-betul percaya pada diri sendiri. Saya ingin melakukan ini. Saya kira tinggal menunggu waktu bagi saya untuk melaju, mematahkan rintangan, dan terus melaju. Saya ingin memenangkan grand slam. Itulah sebabnya kenapa saya datang ke sini," janjinya.
Itu pula yang harus diperhitungkan Serena. Meski jadi favorit karena pengalamannya di turnamen grand slam, dia tak hendak menyebut dirinya berpeluang besar.
"Saya tak merasa harus menang. Saya menghadapi lawan yang peringkatnya lebih tinggi dari saya. Saya tak punya beban. Beban ada pada dirinya yang ingin memenangkan grand slam pertama. Saya hanya menikmatinya saja," kata Serena pula.
Lalu, siapa yang bakal juara, sekaligus menjadi petenis putri peringkat teratas dunia? Jika pertanyaan itu diajukan kepada Novak Djokovic, petenis putra peraih gelar Australia Terbuka, jawabannya jelas: Jelena Jankovic.
"Dia petenis yang sangat bagus. Dia sangat konsisten. Dia memiliki motivasi tinggi memenangkan grand slam pertamanya," ujar Djokovic. [I4]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !