INILAH.COM, Santiago - Pilih mana, digaji tinggi oleh Real Madrid atau berjualan kue? Jika pertanyaan itu datang kepada Robinho, bulan lalu, dia akan menjawab tegas; jualan kue.
Penyerang asal Brasil itu terang-terangan tak betah lagi di klub lamanya, Real Madrid. Dia ingin bergabung dengan Chelsea setelah kenyamanannya di Bernabeu hilang menyusul dikaitkannya dirinya dengan rencana transfer Cristiano Ronaldo dari Manchester United.
Robinho bahkan sengaja menggelar jumpa pers untuk menjelaskan keinginannya pindah ke Inggris. Tapi, Real Madrid tetap saja menolak menjual striker tersebut.
Agen Robinho, Wagner Ribeiro, mengungkapkan detil pembicaraan pemain berusia 24 tahun itu dengan Presiden Real Madrid, Ramon Calderon, yang membuatnya pindah ke Manchester City dengan nilai ransfer 32,5 juta pound.
"Dia (Calderon) bilang tak ada cara bagi Robinho meninggalkan klub. Tak seorang pun yang punya uang untuk dirinya," kata Calderon seperti diungkapkan Ribeiro.
Tapi, Robinho bersikeras. "Saya tak ingin bertahan. Lebih baik saya jadi penjual kue keliling di pasar ketimbang bertahan di klub ini," ujarnya.
Menurut Ribeiro, sejak saat itu, semua yang ada di Madrid tiba-tiba menjadikan Robinho sebagai musuhnya. Robinho terus saja menyuarakan keinginannya untuk pergi dan bahkan berpikir untuk membeli sisa kontraknya.
"Dia tak merasa dihargai di Real Madrid lagi. Kenapa mereka hanya berusaha keras memperpanjang kontraknya setelah Ronaldo menyatakan takkan meninggalkan United?" tutur Ribeiro lagi. [I4]