inovasi portal berita
Sabtu, 11 Februari 2012 Follow: Facebook twitter Dollar Kurs BI: 1 US Dollar = Rp.8,993.00   Mobile Mobile   Newsletter Newsletter   RSS RSS

Kader PKS, Bercerminlah!

Oleh:
Selasa, 9 September 2008 | 12:01 WIB
Menanggapi artikel dari Susi (Hollyrock_id@yahoo.com) dan Budi Ananta (budiananta@yahoo.co.id). Logika yang disampaikan oleh Anas Fathurrahman (Fathur.anas@gmail.com) sangat masuk akal untuk menjawab pertanyaan (hujatan). Demikian tulisan dari Sdr.Arif Rahmat.

Tulisan dari sdr.Arif Rahmat sungguh mengelikan dan mengelisahkan saya. Menjawab pertanyaan lalu diberi penekanan menjadi 'HUJATAN' lalu mengutip pernyataan dari salah satu tokoh agama dalam hal ini Sdr AA Gym.

Sepintas cara-cara seperti ini adalah cara-cara awal para radikalisme di Pakistan ketika belum menjadi kuat dan berkuasa, selalu menjawab kritikan secara reaktif dan mengutip suatu pernyataan dari seorang tokoh agama untuk memperkuat jawabannya, tanpa menyentuh subtansi persoalan yang ditanyakan oleh masyarakat, yang ingin mengetahui kebersihan dari slogan adil dan sejahtera yang selalu dikemukakan oleh partai yang berlandaskan agama.

'Mari bercermin',barangkali ini hal yang sangat menarik untuk kita renungkan bersama...mari bercermin, "Sudahkah saya dan Anda bercermin?'

Kita mengunakan berbagai macam cara untuk menarik sebanyak mungkin suara rakyat demi kekuasaan dan uang. Agama atau keagamaan dalam diri manusia hanya urutan kesekian. Walaupun misi dan visi partai itu menggunakan agama sebagai landasannya.

Bagaimana mungkin bisa sebuah partai yang berlandaskan agama tertentu, mampu mensejahterakan dan memberi keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia, yang terdiri dari berbagai macam suku, kepercayaan dan agama. Keadilan dan kesejahteraan macam apa yang akan kita perjuangkan?

Dengan cara mengkotak-kotakkan masyarakat Indonesia? Atau dengan berlandaskan azas agama dalam hal ini Islam? Kita sebenarnya hanya ingin mendapatkan simpati dan tentu saja suara dari umat Islam Indonesia. Maka urutannya ya simpati, ya suara, ya menang, ya berkuasa, dan ya uang.

'Mari bercermin', selama ini diamanahkan para pembicara keadilan dan kesejahteraan itu berada ketika saudara sebangsa dan setanah airnya dipukul, ditendang, diinjak-injak saat mereka semua lagi merayakan Hari Kelahiran Pancasila di Monas.

Apakah ada pernyataan yang tegas dari mereka yang selalu berbicara keadilan dan kesejahteraan untuk bersikap?

'Mari Bercermin' pada cermin yang bersih sehingga noda di wajah kita dapat terlihat dengan jelas. Semoga.

Nur Hotwahid
nurhotwahid@gmail.com
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA TERKINI
BERITA POPULER
RSS| Layanan Mobile| Tentang Kami| Disclaimer| Kontak Kami| Karir| Newsletter
Copyright 2008 - 2012 inilah.com, All rights reserved inilah.com.