Senin, 28 Mei 2012 | 12:43 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Densus Cek Granat di Rumah Eks GAM
Oleh:
web - Selasa, 9 September 2008 | 12:29 WIB
INILAH.COM, Banda Aceh - Detasemen Khusus anti teror (Densus) 88 Polda Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) menyelidiki penggranatan rumah Muzakkir Manaf, mantan Panglima GAM yang dilakukan orang yang belum diketahui identitasnya pada Selasa dini hari.

"Kita masih terus melakukan penyelidikan dan sedang mengecek jenis granat yang digunakan," kata Kepala Densus 88 Kompol Sutry Hamdani di Aceh Besar, Selasa (9/9).

Rumah Muzakkir Manaf, yang juga Ketua Umum Partai Aceh, di Lamreung, Kecamatan Krueng Barona Jaya Kabupaten Aceh Besar, Selasa, sekitar pukul 03.00 WIB, digranat orang yang belum diketahui identitasnya.

Muzakkir Manaf merupakan panglima GAM sebelum penandatanganan nota kesepahaman bersama (MoU) antara Pemerintah RI dengan pihak GAM di Helsinki, Finlandia, 15 Agustus 2005.

Ledakan granat tersebut mengakibatkan dentuman suara keras dan sebagian kaca jendela rumah Muzakkir Manaf pecah, seunit mobil pribadi jenis X-Trail, nomor polisi BL 358 BS juga mengalami kerusakan kecil. Selain merusak rumah Muzakkir Manaf, dinding beton rumah tetangga yang berjarak sekitar lima meter dari tempat kejadian juga bolong-bolong akibat serpihan bahan peledak.

Saksi mata, Tarmizi menyebutkan saat kejadian, Muzakkir Manaf bersama keluarganya sedang berada di Kota Lhokseumawe, sekitar 270 kilometer arah timur Kota Banda Aceh. Tarmizi saat kejadian hendak mandi tiba-tiba terdengar suara ledakan dan ia langsung melaporkan ke petinggi Partai Aceh yang melanjutkan ke polisi. Saat ini, serpihan granat sudah diamankan aparat kepolisian dan saksi mata juga dibawa ke Poltabes Banda Aceh untuk dimintai keterangan mengenai peristiwa tersebut.

Juru bicara Partai Aceh, Adnan Beuransah di lokasi kejadian mengatakan selama ini tidak ada gesekan antara pihak mana pun dengan partai lokal yang didirikan oleh GAM tersebut.

"Kami sangat menyesalkan kejadian ini karena ada pihak yang tidak senang dengan perdamaian. Kami akan melaporkan ke Kapolda, Interpeace, Uni Eropa dan Forum Komunikasi dan Koordinasi (FKK)," katanya.[*/L8]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.