Saya kira, kritikan yang muncul pada umumnya tidak terlepas dari slogan bersih yang digunakan oleh PKS. Sehingga sangat wajar bila ada anak bangsa yang mempertanyakan asal usul dana yang diperoleh PKS untuk menjalankan roda kepartaiannya termasuk pengadaan barang investasi mobil.
Pertanyaan ataupun kritik sudah seharusnya diterima dengan baik dan saya kira tidak masalah bagi PKS. Namun saya setuju bahwa format pertanyaan yang disampaikan tersebut beraroma negatif, sehingga muncul statement defensif dari yang pro PKS.
Bahkan salah satu penulis pro meminta aparat untuk "Tangkap provokator!" sebagai reaksi penulis kontra yang melontarkan kalimat provokasi "Lawan...!"
Kita mahfum kalau tidak semua pertanyaan atas suatu kebijakan harus dijawab secara publikatif dengan beberapa alasan seperti skala dampak, efektivitas, skala prioritas, strategi, momentum dan lain sebagainya.
Andaikan saja pihak penanya mau menanyakan langsung ke DPP PKS, kemungkinan yang bersangkutan akan mendapatkan jawaban. Kalaupun penanya tidak mendapatkan jawaban dan ternyata uang tersebut diperoleh dengan cara terlarang, maka saya kira lambat laun PKS akan hancur dengan sendirinya karena kekuatan PKS yang sesungguhnya adalah pada kelurusan jama'ahnya.
Untuk saudaraku Nur Hotwahid, keberadaan partai politik tentu saja untuk mendapatkan kekuasaan. Apa ada yang salah dengan kekuasaan?
Setahu saya yang salah itu adalah menyalah gunakan kekuasaan. Kalau kekuasaan itu digunakan untuk menegakkan sesuatu yang belum adil menjadi lebih adil, dengan kekuasaan mengatur kehidupan yang belum sejahtera menjadi lebih sejahtera bagi semua lapisan masyarakatnya, lantas apa yang salah dengan kekuasaan?
Kalau menurut anda motivasi uang (yang mungkin maksudnya dicari oleh petinggi-petinggi PKS), saya kira para kader PKS level grassroot tidak akan ada yang mau mengeluarkan uang untuk PKS di tengah-tengah kehidupan yang pada umumnya pas-pasan dari para kadernya.
Setahu saya kader PKS umumnya adalah kaum terdidik yang tidak akan melakukan sesuatu tanpa dasar yang jelas.
Kenapa Anda pesimis bahwa kekuasaan yang diraih akan dapat mensejahterakan dan memberi keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia apapun agama dan sukunya meskipun PKS berlandaskan satu agama.
Jika anda membaca sejarah Islam, maka kondisi itu pernah diraih dalam kepemimpinan Islam dimana masyarakat muslim dan non muslim hidup berdampingan dengan damai, bahkan pemerintah Islam menjadi pelindung bagi umat non muslim.
Namun demikian, sebaiknya polemik ini diakhiri, pihak yang kontra silahkan terus mengkritik dan yang pro silahkan mengklarifikasi namun harus dalam format dan norma yang dapat diterima secara umum serta harus dalam kerangka semangat membangun.
Terlalu bodoh jika hanya berbeda pendapat kita menjadi terpecah. Silahkan kita jalani apa yang kita yakini, namun sekali lagi harus tetap dalam kerangka membangun bangsa.
Terus buka wawasan dan tetap hargai pihak lain, meskipun pendapatnya berseberangan dengan kita. Negara ini butuh karya nyata, bukan sekedar retorika.
Abi Ahsan
abi.ahsan@ymail.com
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !