inovasi portal berita
Jumat, 10 Februari 2012 Follow: Facebook twitter Dollar Kurs BI: 1 US Dollar = Rp.8,910.00   Mobile Mobile   Newsletter Newsletter   RSS RSS

Bahrudin: Djoko Edhi Pakai Narkoba

Oleh: M Husni Nanang
Selasa, 9 September 2008 | 22:46 WIB
INILAH.COM, Jakarta - Bahrudin Dahlan, caleg dari PAN yang dipukuli oleh Djoko Edhi sesaat sebelum syuting program talkshow tvOne 'Apa Kabar Indonesia Malam' di Wisma Nusantara, Jakarta, melaporkan peristiwa itu ke Polres Metro Jakarta Pusat. Ia menduga Djoko dalam pengaruh narkoba saat memukulnya.

Bahruddin yang sat dihubungi INILAH.COM, tengah menyampaikan laporan perkara itu di Polres Metro Jakarta Pusat, menyatakan, materi pelaporan adalah pemukulan yang diikuti pengeroyokan.

Dia menengarai saat melakukan pemukulan, Djoko dalam pengaruh obat-obatan terlarang. Bahrudin menilai Djoko sudah lama menjadi pencandu obat-obatan. Namun, ia mengaku sengaja membiarkan Djoko memukulinya karena mengetahui Djoko tengah mabuk.

"Dia tadi gugup tak terkendali. Kalau dia mabuk biarlah polisi yang memeriksanya," ujarnya.

Djoko, kata Bahrdudin, datang bersama dua orang yang tidak ia kenal. Ia juga menyangkal jika saat Djoko memukulnya, ada yang melerai mereka. Sebelum melaporkan pertistiwa itu, Bahrudin juga mengaku telah melakukan visum di RSCM atas kepala plontosnya yang dihajar sebanyak tiga kali oleh mantan anggota Komisi III FPAN DPR itu. [R2]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA TERKINI
BERITA POPULER
RSS| Layanan Mobile| Tentang Kami| Disclaimer| Kontak Kami| Karir| Newsletter
Copyright 2008 - 2012 inilah.com, All rights reserved inilah.com.