INILAH.COM, Jakarta - Kasus pemukulan yang dilakukan caleg PPP Djoko Edhi Sutjipto Abdulrahman terhadap caleg PAN Bahrudin Dahlan, telah berlanjut di kepolisian. Masing-masing saling tuding. Sayangnya, Djoko yang dikonfirmasi justru lebih senang mengeluarkan kata-kata kasar disertai makian.
Awalnya, INILAH.COM mencoba menelepon Djoko melalui telepon genggamnya Selasa 9 September 2008 malam usai peristiwa pemukulan yang terjadi sesaat sebelum syuting program talkshow milik tvOne 'Apa Kabar Indonesia Malam' di Wisma Nusantara, Jakarta.
INILAH.COM ingin menanyakan seputar langkahnya atas pernyataan Bahrudin bahwa Djoko menjadi makelar caleg PPP dan mengutip Rp 250 juta dari masing-masing caleg itu.
Apalagi, Bahrudin yang melaporkan perkara itu di Polres Metro Jakarta Pusat, menyatakan, saat melakukan pemukulan, Djoko dalam pengaruh obat-obatan terlarang. Menurutnya, Djoko sudah lama menjadi pencandu obat-obatan. Namun, ia mengaku sengaja membiarkan Djoko memukulinya, karena mengetahui mantan Wakil Sekretaris Fraksi PAN tengah mabuk.
Djoko saat itu tak kunjung mengangkat ponselnya. Namun, pada Rabu (10/9), telepon INILAH.COM berdering yang ternyata berasal dari Djoko. Kami langsung menanyakan langkah-langkah yang akan ditempuhnya berkaitan dengan laporan Bahrudin.
"Mau ngapain nanya? Sudahlah, kan banyak pernyataan saya di berbagai media. Itu saja yang ditulis," hardiknya.
Saat ditanya mengenai pernyataan Bahrudin bahwa ia dalam keadaan mabuk akibat pengaruh obat-obatan, nada bicara Djoko meninggi. "Obat apa? Obat anjing? Anda bisa saya hajar juga ya. Kalau berani Anda ke rumah saya, atau saya yang akan samperin."
Djoko juga mengeluarkan sejumlah kata-kata kasar dan makian yang tentu saja tak mungkin kami muat. Ia akhirnya menutup telepon sendiri.[R2]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !