INILAH.COM, Jakarta Anggota DPR saat ini, seharusnya lebih menjanjikan perubahan, karena banyak diisi oleh orang muda yang berpendidikan. Namun jika ditanya apakah mereka juga memiliki visi kerakyatan, jawabannya belum tentu.
Hal ini diungkapkan oleh Sebastian Salang, Koordinator Forum Masyarakat Peduli Parlemen Indonesia (Formappi), dalam acara 'Membangun Parlemen Pro-Rakyat', di Hotel Bidakara, Kamis (11/9).
Apa yang dilakukan oleh Al Amin Nur Nasution sebagai kader muda, menurut Sebastian menjadi contoh runtuhnya persepsi bahwa kader muda pro-rakyat. Namun diakuinya, kader muda mau hidup susah serta mempunyai tingkat kedisiplinan dan keinginan lebih baik. "Artinya, kita masih mempunyai harapan pada kader-kader muda itu," ujarnya.
Agar harapan terhadap kader muda dapat terwujud, menurut Sebastian, parpol harus membuat mekanisme sistematis perekrutan kader-kader lebih jelas. "Karena saat ini memilih caleg seperti memilih cabai di pasar. Menuntut parpol harus lebih berat karena citra parpol sedang buruk," imbuhnya.
Sebastian juga menyayangkan adanya partai politik yang justru melindungi anggotanya yang terlibat kasus korupsi demi melindungi nama baik parpolnya. Padahal seharusnya, ketika ada anggotanya yang terlibat korupsi parpol itu sendiri yang membongkar korupsi tersebut.
"Karena masih banyak terjadi parpol yang melindungi anggotanya yang terlibat kasus. Dan jika orang yang terlibat kasus korupsi terpilih lagi maka situasi di DPR ke depan akan sama seperti sekarang," teganya. [R2]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !