INILAH.COM, Jakata Tidak adanya proses rekrutmen dengan cara akademis, menyebabkan semua pihak dari berbagai profesi turut mencalonkan diri menjadi anggota DPR. Hal ini menyebabkan hadirnya caleg-caleg instan dalam pemilu 2009.
"Padahal ketika ditanya dapil (daerah pemilihan) saja ada caleg yang tidak tahu artinya," kata Abdullah Azwar Anas, anggota DPR dari FKB dalam acara diskusi Forum Pemimpin Muda Indonesia 'Membangun Parlemen Pro Rakyat' yang diadakan oleh PKS, di Hotel Bidakara, Kamis (11/9).
Hal ini, menurut Azwar, menjadi konsekuensi perekrutan kader bagi para parpol yang tidak mempunyai ketentuan-ketentuan khusus. "Padahal, partai politik saat ini memegang kunci untuk kelangsungan politik," katanya.
Untuk menjaga kredibiltas kader yang akan masuk, dan sebagai lembaga kontrol dalam dewan, tambahnya, perlu adanya kontrol untuk dewan agar ke depan lebih baik dan harus diperkuat. [R2]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !