Selasa, 29 Mei 2012 | 04:14 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Muhammad Alfatih
Buyback Menolong Bursa
Oleh: Ahmad Munjin
web - Senin, 15 September 2008 | 02:07 WIB
INILAH.COM, Jakarta Anjloknya pasar bursa membuat pemerintah waspada. Para pemilik perusahaan pelat merah diminta membeli kembali (buyback) saham yang beredar dipasar. Tak hanya itu, beberapa penawaran saham perdana (IPO) pun terpaksa ditunda hingga 2009.
Permintaan pemerintah itu dinilai positif oleh analis dari PT Sarijaya Permana Sekuritas, Muhammad Alfatih. Menurutnya, aksi buy back saham BUMN bisa mendongkrak indeks secara signifikan.
Pasalnya, kapitalisasi pasar saham pemerintah di pasar bursa, jumlahnya mencapai 20% atau seperlima dari bursa. "Ini berarti, jika dilakukan buy back atas emiten yang terkait pemerintah, tentu pengaruhnya sangat besar," ujarnya kepada INILAH.COM.
Selama sepekan kemarin, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) merosot 218 poin atau 10,78%. Indeks saham pun terus mencatatkan level terendahnya. Akhir pekan lalu, IHSG ditutup turun 3,53% atau 66 poin ke level 1.804. Ini adalah posisi terburuk sepanjang 2008.
Sementara itu, mengenai ditundanya IPO PT Krakatau Steel, Alfatih memprediksi, penawaran saham perusahaan baja terbesar di Indonesia ini baru terealisasi kuartal kedua tahun 2009. Berikut petikan lengkap wawancaranya.
Terkait buyback saham BUMN, seberapa signifikan dampaknya terhadap pasar bursa?
Jika dilakukan buyback atas emiten yang terkait pemerintah, tentu berimbas sangat signifikan terhadap indeks. Pasalnya, market kapitalisasi saham BUMN itu sampai 20%. Artinya seperlima dari bursa kita. Ini berarti, jika dilakukan buy back atas emiten yang terkait pemerintah, tentu pengaruhnya sangat besar.
Bagaimana penurunan saham BUMN hingga kini?
Saat ini market kapitalisasi saham-saham di bursa adalah Rp 1.430 triliun, turun dari posisi di awal tahun yang mencapai Rp 1.910 tiriliun. Lantas, kapitalisasi total saham-saham pemerintah awal 2008 ini mencapai Rp 460 triliun atau 24,1%. Sekarang tinggal 21% atau Rp 300 triliun, karena penurunan harga.
Di lain pihak, penurunan harga indeks saham pemerintah di bursa awal tahun adalah 2731,5 dan kemarin mencapai 1804,06. Artinya, telah terjadi penurunan 33,9%. Sementara dari berbagai emiten ini yang terkecil itu ada yang penurunannya hanya 14%, tapi ada juga yang turun sampai 80%. Jadi range-nya variatif sekali.
Seberapa banyak saham BUMN yang akan di-buyback?
Hal itu harus dilakukan secara selektif alias tidak semuanya. Bobot kesertaan pemerintah di masing-masing emiten tidak sama. Artinya, perintah dari pemerintah belum tentu bisa dilaksanakan. Selain, terkait dengan regulasinya, apakah buyback ini bisa langsung dilakukan atau harus Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) terlebih dahulu.
Bagaimana pendapat Anda tentang penundaan IPO PT Krakatau Steel hingga tahun depan?
Kita harus melihat pertimbangannya kenapa dimundurkan. Pendapat juga cukup banyak, ada yang mengatakan tidak perlu IPO, karena perusahaan tidak sedang merugi. Ada juga yang mengatakan IPO itu dibutuhkan untuk menambah kinerja dalam artian transparansi.
Dengan masuknya pihak lain yang memiliki pengalaman atau jaringan, mungkin ada sinergi untuk menambah kinerja. Jadi, pengunduran IPO merupakan hal yang kontroversial.
Apa ini murni karena sentimen buruk pasar?
Secara umum memang lebih menguntungkan kalau terjadi IPO. Tapi, melihat sentimen market sedang negatif, IPO ini memang bisa diundur dulu. Saat ini investor bisa jadi agak enggan. Anjloknya harga minyak mentah dunia dan pelemahan rupiah terhadap dolar AS cukup menekan pasar.
Sedangkan tingginya suku bunga perbankan menyebabkan minimnya likuiditas di pasar. Hal ini tidak banyak menolong perusahaan yang akan menawarkan sahamnya. IPO butuh dana segar. Kondisi seperti ini dikhawatirkan tidak banyak menolong kebutuhan KS.
Ada kekhawatiran jika dilakukan IPO kemudian ternyata tidak laku?
Itu salah satu risikonya. Mundurnya IPO ini memang merupakan indikasi yang sama dari mundurnya beberapa privatisasi BUMN lain selama setahun.
Pasalnya bagaimana pun bagusnya barang yang akan kita jual, kalau suasana pasarnya sedang tidak menguntungkan dan peminatnya sedikit, bisa-bisa nantinya malah jual murah. Rugi, kurang baik juga.
Seberapa menarik IPO KS bagi pasar?
IPO KS sangat menarik. Animo pasar akan besar terhadap datangnya emiten ini. Namun meskipun fundamental masih bagus, dengan minimnya likuiditas, belum tentu IPO ini diserap baik pasar tapi justru menimbulkan kerugian di pihak perusahaan. Saya pikir KS baru bisa IPO tahun depan, pada kuartal dua. Jika melihat historical-nya, biasanya triwulan kedua ada kenaikan di indeks. [E2]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.