INILAH.COM, Jakarta Sikap caleg PAN Bahrudin Dahlan yang menuding caleg PPP Djoko Edhie Abdurrahman mengutip uang Rp250 juta telah membuka kembali wacana adanya percaloan dalam proses pencalegan. Hal ini, dinilai pengamat akan merugikan partai politik.
Koordinator Forum Masyarakat Pemantau Parlemen (Formappi) Sebastian Salang menilai adanya isu jual beli kursi dan jual beli nomor urut caleg di partai politik memang besar. Hal ini dimanfaatkan pihak-pihak yang berkepentingan, sehingga terjadilah transaksi tak sehat itu.
"Uang yang masuk itu ke kantong pribadi bukan ke kantong partai," ujarnya, kepada INILAH.COM, Jakarta, Minggu, (14/09).
Terhadap hal ini, Sebastian mengatakan, tentu saja merugikan caleg lain yang ingin berkompetisi secara sehat. "Jual beli kursi dan nomor urut dimanfaatkan oleh orang-orang yang mencari keuntungan politik dan partai politik dirugikan," katanya.
Di sisi lain, revisi UU Pemilu terkait pemilihan caleg dengan memakai suara terbanyak, menurutnya, akan memacu para caleg untuk berkompetisi untuk menjadi pemenang. "Dengan mamakai suara terbanyak maka harga transaksi menjadi murah dan peran calo makin berkurang," pungkasnya. [R2]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !