Jumat, 25 Mei 2012 | 17:10 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Transaksi Caleg Masuk Kantong Calo
Oleh: Samsul Hidayat
web - Minggu, 14 September 2008 | 18:23 WIB
INILAH.COM, Jakarta Sikap caleg PAN Bahrudin Dahlan yang menuding caleg PPP Djoko Edhie Abdurrahman mengutip uang Rp250 juta telah membuka kembali wacana adanya percaloan dalam proses pencalegan. Hal ini, dinilai pengamat akan merugikan partai politik.

Koordinator Forum Masyarakat Pemantau Parlemen (Formappi) Sebastian Salang menilai adanya isu jual beli kursi dan jual beli nomor urut caleg di partai politik memang besar. Hal ini dimanfaatkan pihak-pihak yang berkepentingan, sehingga terjadilah transaksi tak sehat itu.

"Uang yang masuk itu ke kantong pribadi bukan ke kantong partai," ujarnya, kepada INILAH.COM, Jakarta, Minggu, (14/09).

Terhadap hal ini, Sebastian mengatakan, tentu saja merugikan caleg lain yang ingin berkompetisi secara sehat. "Jual beli kursi dan nomor urut dimanfaatkan oleh orang-orang yang mencari keuntungan politik dan partai politik dirugikan," katanya.

Di sisi lain, revisi UU Pemilu terkait pemilihan caleg dengan memakai suara terbanyak, menurutnya, akan memacu para caleg untuk berkompetisi untuk menjadi pemenang. "Dengan mamakai suara terbanyak maka harga transaksi menjadi murah dan peran calo makin berkurang," pungkasnya. [R2]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.