INILAH.COM, Jakarta Hingga kini tak banyak yang tahu apa alasan sebenarnya mantan anggota Fraksi Partai Bintang Reformasi DPR Zaenal Ma'arif kini menjadi caleg bagi Partai Demokrat. Publik hanya tahu bahwa dulu ia sempat berkonflik dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, namun kini justru bergabung di partai pendukungnya.
Belum lepas dari ingatan ketika pada tahun lalu Zaenal Ma'arif memberi pernyataan bahwa SBY telah menikah sebelum masuk Akademi Militer. Hal itu terjadi setelah SBY menyetujui Keppres penggantian Zaenal sebagai Wakil ketua DPR karena ia di-recall partainya.
Lalu, apa alasan dia kini bergabung di partai pendukung mantan 'musuh'-nya itu? Kepada INILAH.COM, mantan dosen Universitas Muhammadiyah Surakarta itu menuturkan bahwa semua berawal dari mimpinya bertemu sang ibunda yang telah wafat.
"Saya ketemu mimpi ketemu (Ibu). Tapi kok di depan saya ada Pak SBY. Kemudian Ibu saya gembira," tutur Zaenal, saat tasyakuran ulang tahunnya yang ke-53 di Kafe Four Seasons, Jakarta, Minggu (14/9).
Entah itu sebuah petunjuk atau apa, yang pasti pada 15 Agustus lalu, yang merupakan pidato kenegaraan Presiden SBY setelah masa reses DPR, Zaenal menghubungi Ketua Bidang Politik DPP PD Anas Urbaningrum. "Langsung saja berkasnya diambil kemudian diserahkan ke PD. Ya sudah. Kemudian nama saya tercantum dalam caleg PD," tuturnya.
Zaenal mengakui, bergabungnya ia ke PD mungkin akan menimbulkan pertentangan di tubuh partai itu. "Tapi yang saya lihat di televisi, Pak Hadi Utomo Ketua Umum PD, menerima dengan baik. Sutan Batheogana saya lihat baik. Kemudian Pak Sekjen Marzuki Alie komentar di televisi bagus," katanya meyakinkan diri.
Apakah hanya itu alasan Zaenal bergabung di PD? Ia memberi jawaban diplomatis,"Ya pokoknya saya sudah menjalankan tugas agama, bahwa jika permasalahan di duniawi selesaikanlah di duniawi dan jangan dibawa sampai mati." [R2]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !