inovasi portal berita
Jumat, 10 Februari 2012 Follow: Facebook twitter Dollar Kurs BI: 1 US Dollar = Rp.8,910.00   Mobile Mobile   Newsletter Newsletter   RSS RSS

TK Bawa Citra Buruk di PDIP

Headline
Taufiq Kiemas - inilah.com/Abdul Rauf
Oleh: Ahluwalia dan Windi Widia Ning
Senin, 15 September 2008 | 15:59 WIB
INILAH.COM, Jakarta - Taufiq Kiemas ternyata tidak pernah hadir dalam rapat di DPR. Ketimbang 'sebab Taufiq setitik, rusak PDIP sebelanga', sebaiknya suami Megawati Soekarnoputri ini mundur saja dari parlemen.

Sejak terpilih menjadi anggota DPR, semua wakil rakyat harusnya sudah tahu konsekuensi yang harus dijalankan. Misalnya, taat pada berbagai aturan DPR, termasuk juga menghadiri rapat. Kalau tidak taat? Ya, harusnya ada langkah penegakan disiplin.
"Idealnya seperti itu. Ada penegakkan disiplin karena partai punya tanggung jawab," kata Sekjen Forum Masyarakat Pemantau Parlemen (Formappi) Sebastian Salang kepada INILAH.COM, Jakarta, Senin, (15/9).
Alasan tidak beraninya PDIP memberikan sanksi terhadap TK, menurut Sebastian, disebabkan PDIP merupakan partai yang oligarkis. Dampaknya, jika sejumlah elit partai melakukan pelanggaran, pimpinan partai tidak berani mengambil sikap tegas.
Menonjolnya subjektivitas politik di PDIP merupakan gejala awal dari fenomena oligarki politik. Oligarki politik terjadi tatkala parpol-parpol besar seperti PDIP yang ada di parlemen, saling dukung dalam memproteksi eksistensi mereka dari kehadiran pemain politik baru.
Tak heran bila parpol sebesar PDIP, misalnya, pernah melontarkan ide mempersulit kehadiran parpol baru. Selain batas electoral treshold yang ditinggikan, juga harus mendepositkan sejumlah uang ke KPU.
Di era reformasi ini banyak calon pemimpin justru berasal dari proses di balik pintu tertutup pada tingkat elit politik. Akibatnya justru akan melahirkan sejumlah pemimpin yang tidak benar-benar dikenal pemilih. Mereka tidak mengenal harapan para pemilihnya. Oligarki politik intinya penguasaan parpol oleh sekelompok kecil orang untuk menentukan nasib jutaan rakyat.
Dalam hal ini, kebiasaan bolos sidang yang dilakukan anggota DPR yang juga suami mantan Presiden Megawati, Taufiq Kiemas dinilai hanya membawa citra buruk bagi PDIP. Namun DPP PDIP tak akan menegur atau menjatuhkan sanksi ke TK karena oligarkisme sudah mendarah daging di PDIP.
Taufiq, kata peneliti politik LIPI Ikrar Nusa Bhakti, sebaiknya mundur saja sebagai anggota dewan. TK tak perlu jauh-jauh mencari pembelajaran. Menolehlah ke sekitar. Ada Pramono Anung, Sekjen PDIP yang sering mendampingi Megawati, istrinya. Karena kesibukan di partai, Pram mundur sebagai anggota dewan. [L1]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA TERKINI
BERITA POPULER
RSS| Layanan Mobile| Tentang Kami| Disclaimer| Kontak Kami| Karir| Newsletter
Copyright 2008 - 2012 inilah.com, All rights reserved inilah.com.