INILAH.COM, Jakarta - Sering tidak hadirnya anggota dewan termasuk Taufiq Kiemas (TK) mengikuti rapat komisi atau pun rapat paripurna DPR merupakan cerminan politisi busuk. BK seharusnya bisa melakukan tindakan aktif menindak oknum anggota dewan tersebut.
"Itu penyakit politisi busuk karena tidak menjalankan fungsi dasar lembaga legislatif. Nah sekarang mau berperan dalam kebijakan DPR bagaimana orang hadir saja tidak pernah," Kata Pengamat Poitik dan Dosen Ilmu Pemerintahan Fisipol UGM Sigit Pamungkas kepada INILAH.COM, Jakarta, Senin (15/9).
Sigit mengungkapkan dalam situasi perpolitikan dan kondisi DPR yang sedang dalam sorotan publik seharusnya anggota dewan bisa meningkatkan kinerjanya, bukan malahan membikin opini masyarakat semakin turun terhadap lembaga DPR itu. Kedisiplinan anggota merupakan sebuah cerminan bagaimana fraksi tersebut komitmen mengemban kepercayaan masyarakat.
Adanya fenomena anggota dewan jarang menghadiri rapat, termasuk Taufiq Kiemas maupun anggota lainnya harus malu jika hanya menikmati gaji bulanan tapi tanpa peran apapun. "Masak hanya menikmati saja tiap bulan tapi tidak pernah hadir," ujar Sigit.
Selain itu dia, mengimbau kepada BK DPR agar lebih aktif dalam melakukan pemantauan dan menindak anggota dewan yang tidak melaksanakan tugas kedewanannya dengan baik.
"Seharusnya BK harus bisa mengevaluasi kepada anggot adewan anggota dewan yang selalu mangkir dari tugasnya, jangan seperti kena penyakit lumph begitu tidak melakukan apa-apa kalau tidak ada tekanan," terangnya.
Sementara itu Wakil Ketua BK Gayus Lumbuun ketika dikonfirmasi perihal Taufiq Kiemas ataupun anggota dewan lainnya yang tidak pernah hadir dalam sidang baik komisi atau paripurna menolak berkomentar. "Kenapa harus ke saya? Ke sekretariat fraksi saja. Menurut saya tidak ada masalah kok," tuturnya sambil ngeloyor pergi.[L8]