INILAH.COM, Jakarta - Kericuhan berlangsung dalam persidangan Ketua FPI Habib Rizieq Shihab. Salah satu pengunjung sidang diusir Pak hakim. Rizieq kemudian menantang Pak Hakim agar menjatuhkan vonis saat ini juga. Massa Rizieq pun bangkit dari kursinya dan menyerbu ke depan.
Kisah berawal ketika seorang anggota jaksa penuntut umum (JPU) yang dipimpin Nurlini menanyakan masalah kegiatan pengajian yang dilakukan saksi Raflin dalam persidangan kasus penyerbuan massa AKKBB di Monas 1 Juni 2008 dengan terdakwa Rizieq di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Senin (15/9).
Raflin mengatakan dirinya mengikuti pengajian Rizieq sejak tahun 2005. JPU menanyakan apakah Raflin sampai sekarang masih mengikuti pengajian Rizieq.
Salah satu pengacara Rizieq, Indra Sahnun Lubis, protes. "Itu di luar terdakwa dan untuk apa menanyakan hal tersebut kepada saksi," cetusnya.
Salah satu pengunjung kemudian meneriakkan kata kasar kepada JPU. "Goblok!"
Mendengar itu, ketua majelis hakim Panusunan Harahap mengusir seorang pengunjung sidang. "Saya minta itu yang ada di tengah keluar," ujarnya sambil mengarahkan jari telunjuknya kepada seorang pria.
Sekitar 10 polisi kemudian langsung masuk ke dalam ruang sidang. "Yang tengah yang mana?" seru pengunjung. Panusunan menyahut cepat, "Itu yang pakai peci putih pakai baju hitam yang ada di tengah yang duduk di bawah."
Si pria yang dimaksud yang sedang duduk di lantai segera berdiri. Pria berkaos dan jins hitam serta peci putih dan berjanggut itu langsung beranjak ke luar ruang sidang sebelum polisi menyentuhnya. Massa Rizieq yang mayoritas mengenakan gamis putih hanya memandangi pria tersebut.
Sidang kemudian dilanjutkan lagi. JPU masih menanyakan hal yang sama kepada Raflin. Mendengar itu, giliran Rizieq yang protes.
"Saya minta agar adil. Saya usul jatuh vonis saja kepada saya sekarang," teriak Rizieq lantang.
Mendengar itu, massa Rizieq langsung bangkit dari kursinya da menyerbu ke depan. "Allahu Akbar!" seru mereka kompak.
Menyadari massanya naik darah, Rizieq mencoba menenangkannya. "Diam semua! Diam!" seru Rizieq. Tiga pengacara Rizieq juga mencoba ikut menenangkan massa, begitu pula dengan polisi. Namun rupanya tidak mempan.
Rizieq akhirnya berdiri menghadap ke pengunjung sidang. "Salawat kepada nabi!" seru Rizieq sambil mengangkat tangan kanan ke atas.
Seruan kali ini cukup manjur. Massa Rizieq
bersalawat dan kembali duduk di bangku pengunjung sidang. Persidangan pun dimulai kembali. JPU kemudian mengajukan pertanyaan berbeda kepada Raflin.[L3]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !