INILAH.COM, Jakarta - Listrik byar pet membuat ruang sidang Ketua FPI Habib Rizieq Shihab gerah. Suasana hati pun rupanya juga sedang panas. Setelah Pak Hakim mengetukkan palu tanda sidang selesai, pengacara Rizieq menggebrak meja, massa Rizieq pun dorong-dorongan dengan polisi.
Dalam persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Jakarta, Senin (15/9), pengacara Rizieq, Indra Sahnun Lubis, mempertanyakan keputusan Pak Hakim tentang permohonan penangguhan penahanan Rizieq. Indra mendesak agar hakim memutuskannya hari ini juga.
"Apakah majelis hakim takut kehilangan jabatan atau memang tidak membela Islam. Saya minta terdakwa tidak hadir dalam persidangan nanti. Begitu banyak saksi yang diperiksa, sama sekali tidak terkait dengan imam dan kiai kami. Seandainya berada di sana, maka saya akan berbuat anarkis. Sudah dikatakan, AKKBB-lah yang provokator," ujar Indra.
Mendengar itu, ketua majelis hakim Panusunan Harahap menanggapinya dengan tenang. "Setelah melalui musyawarah, sampai saat ini belum diputuskan," ujarnya sambil mengetukkan palu menyudahi sidang.
Kesal dengan jawaban Pak Hakim, Indra bangkit berdiri dari kurisnya sambill menggebrak meja dengan tangan kanannya. Brak! Indra kemudian melangkahkan kaki ke luar sidang.
Sementara massa Rizieq yang berjumlah sekitar 30 orang juga ikut keluar dari ruang sidang dan menuju ruangan para hakim dan jaksa penuntut umum (JPU) yang berada di sebelah ruang sidang.
Melihat itu, sekitar 10 polisi yang berjaga-jaga langsung membentuk barisan menghalangi massa. Aksi dorong-dorongan pun tak terhindarkan.
"Banci! Hakimnya banci!" jerit massa.
Polisi nyaris kewalahan. Namun tak lama kemudian, sekitar 10 polisi lainnya dari lantai dasar berlarian ke lantai 2 untuk membantu rekan-rekannya menghalau massa Rizieq.
Menyadari jumlah polisi bertambah, sebagian massa Rizieq mencoba menenangkan teman-temannya. "Salat dulu, ayo salat dzuhur dulu," seru mereka. Massa pun mundur teratur menuju Masjid Al Hikmah di kompleks PN Jakpus.
Rizieq terlihat memimpin salat dzuhur. Sementara polisi berjaga-jaga di luar masjid. Usai salat, massa menyalami dan menciumi tangan Rizieq. Setelah itu Rizieq yang merupakan terdakwa penyerbuan massa AKKBB di Monas 1 Juni 2008 ini kembali ke selnya di Rutan Narkoba Mapolda Metro Jaya.[L3]