INILAH.COM, Baquba - Seorang penyerang bom perempuan meledakkan dirinya di tengah kerumunan orang dalam sebuah acara buka bersama di provinsi Diyala, Irak, Senin (15/9). Insiden ini menewaskan sedikitnya 20 orang dan mencederai 30-an orang lainnya.
Jenderal Abdel Karim al-Rubaie, panglima pasukan Irak di Diyala, sebelah utara Bahdad, mengatakan, serangan itu terjadi di kota Bala Druz, sebelah selatan ibukota provinsi itu, Baquba.
"Dia meledakkan diri ketika orang berkumpul untuk acara buka puasa bersama di rumah seorang tahanan yang pada Minggu (14/9) dibebaskan dari penjara militer AS Camp Bucca," kata al-Rubaie.
Diyala merupakan salah satu tempat paling berbahaya di Irak. Kelompok-kelompok gerilya terus melancarkan serangan di sana meski pasukan AS dan Irak melakukan operasi penumpasan besar-besaran.
Serangan bunuh diri itu terjadi beberapa jam setelah dua serangan bom mobil serentak di Bagdad pusat, sehingga menewaskan 12 orang dan mencederai 32 lainnya." Korban-korban itu diangkut ke empat rumah sakit kota setelah bom-bom tersebut meledak dalam selang waktu beberapa menit," kata sejumlah pejabat.
Serangan-serangan tersebut terjadi ketika Menteri Pertahanan AS Robert Gates mengunjungi ibukota Irak itu menjelang pergantian komando pasukan internasional pimpinan Amerika. [*/R2]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !