INILAH.COM, Ambon Menteri Dalam Negeri Mardiyanto terpaksa menghentikan sambutannya pada acara pembentukan Kabupaten Maluku Barat Daya dan Buru Selatan. Yakni, setelah gempa menguncang Kota Ambon dan sekitarnya, Selasa (16/9), sekitar pukul 10.14 WIT.
Saat itu, Mardiyanto tengah menyampaikan sambutan sehubungan peresmian pembentukan Kabupaten Maluku Barat Daya(MBD) dan Buru Selatan, serta pelantikan masing-masing pejabat bupatinya. Namun, tiba-tiba saja guncangan cukup keras terasa pada lantai tujuh kantor Gubernur Maluku.
Guncangan itu disusul suara teriakan para pegawai Pemerintah Provinsi Maluku berteriak,"Gempagempa." Hal ini sontak membuat para hadirin panik dan sempat berlarian dan berebut menuruni tangga dari lantai lima. Sebab, dua lift telah dipersiapkan untuk Mendagri dan rombongannya.
Namun, guncangan selama sekitar satu menit itu akhirnya berhenti dan Mardiyanto melanjutkan kata sambutannya. "Keras juga ya. Tapi syukurlah, sudah reda dan tidak terjadi apa-apa, sehingga kita lanjutkan," tutur Mendagri.
Kepala Stasiun Geofisika Ambon, Benny Sipolo, mengakui, terjadinya gempa yang sedang dianalisis datanya. "Gempa memang cukup keras dan dirasakan di Kairatu, Kabupaten Seram Bagian Barat(SBB) sekitar 2 MMI(dirasakan setempat-red),"katanya. [*/R2]