INILAH.COM, London - Revolusi Juande Ramos belum mengarah pada perbaikan, tapi justru membuat Tottenham Hotspur terpuruk. Kini, Tottenham terpaku di peringkat paling bawah setelah mengoleksi satu poin.
Tottenham telah memenuhi permintaan Ramos dengan mengucurkan dana 67 juta pound untuk mendatangkan Luka Modric, Giovani, Heurelho Gomes, David Bentley, Vedran Corluka dan Roman Pavlyuchenko. Tak hanya itu. Ramos juga merombak skuad lama dengan membuang Robbie Keane, Dimitar Berbatov, Pascal Chimbonda, Steed Malbranque dan Teemu Tainio.
Target Ramos adalah mendobrak hegemoni big four. Kenyataannya, Tottenham justru terperosok di zona degradasi setelah menderita tiga kekalahan dari empat pertandingan pertama. Terakhir, mereka dipermalukan Aston Villa 1-2.
Meski demikian, pelatih asal Spanyol ini tetap percaya diri. Ia mengaku hanya butuh waktu untuk menjadikan Tottenham sebagai tim yang tangguh. Alasan Ramos, para pemain yang dibelinya berasal dari berbagai negara dan liga sehingga masih harus beradaptasi.
"Persiapan kami agak terlambat dan sangat pendek. Padahal, tak sedikit pemain kami yang berasal dari berbagai negara. Meski demikian, kami berusaha spirit tim tetap terjaga. Selanjutnya, kami ingin meraih posisi setinggi mungkin di klasemen," jawab Ramos.
Tottenham sesungguhnya berharap pada Pavlyuchenko untuk menggantikan Berbatov. Hanya, mantan striker Spartak Moscow ini belum bisa beradaptasi.
"Dia bermain bagus di Euro 2008. Kami berharap ia juga menunjukkan kemampuan terbaiknya bersama Tottenham. Dia bisa meringankan beban saya. Meski tak bisa berbahasa Inggris, tapi itu tak masalah karena sepakbola adalah bahasa universal. Dia tahu apa yang harus dilakukan," kata Darrent Bent. [Gonang Susatyo/I4]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !