INILAH.COM, Jakarta Ketua Komisi Bangkit Indonesia (KBI) Rizal Ramli, Jumat (19/9) siang menemui Ketua Dewan Pertimbangan Pusat PDIP Taufiq Kiemas, di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum Lapangan Ros, Jakarta Selatan. Namun, Rizal membantah bahwa ia meminta perlindungan pada Taufiq.
Mantan Menteri Perekonomian di era pemerintah Abdurrahman Wahid itu, statusnya memang tengah terancam sebagai tersangka dalam kasus unjuk rasa menentang kenaikan BBM yang berbuntut kerusuhan 24 Juni lalu. Namun, ia membantah jika dikatakan telah meminta suami mantan Presiden Megawati Soekarnoputri mem-back up-nya.
"Saya pikir tidak. Karena konteksnya luas. PDIP punya pengaruh di parlemen dan pengaruh di masayarakat luas," kata Rizal kepada wartawan.
Menurutnya, dalam pertemuan yang dimulai pukul 13.20 WIB itu, membicarakan sistem demokrasi yang ada, yakni representative democracy (perwakilan) dan direct democracy (demokrasi langsung), seperti kebebasan menyampaikan pendapat.
"Kami melihat betul, pemerintah saat ini berupaya membungkam direct democracy melalui berbagai cara. Saya dan KBI merasa dizalimi," katanya. [R2]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !