INILAH.COM, Jakarta Ketua Komisi Bangkit Indonesia Rizal Ramli tidak percaya dengan pernyataan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono bahwa angka kemiskinan di Indonesia turun. Hal ini, menurutnya, terbukti dengan adanya insiden pembagian zakat maut di Pasuruan, Jawa Timur, 15 September lalu.
SBY dalam pidatonya di depan DPR 15 Agustus lalu mengungkapkan, angka kemiskinan pada Februari 2008 turun dari 17,7% pada 2006 menjadi 15,4% pada Maret 2008. Angka kemiskinan ini merupakan yang terendah dalam 10 tahun terakhir.
"Masyarakat ditipu dengan adanya rekayasa angka-angka statistik dan cara pemerintahan SBY membungkam orang-orang yang kritis," kata Rizal, usai bertemu dengan Ketua Dewan Pertimbangan Pusat PDIP Taufiq Kiemas, di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum Lapangan Ros, Jakarta Selatan, Jumat (19/9).
Sementara Juru Bicara KBI Adhie Massardi menambahkan, akan ditetapkannya Rizal Ramli sebagai tersangka demo kenaikan BBM yang berujung kerusuhan 24 Juni lalu merupakan upaya pengalihan isu kasus zakat maut Pasuruan, yang menewaskan 21 orang.
"Sebetulnya dengan peristiwa itu (zakat maut) SBY kalang kabut. Kami sudah yakin bahwa kasus Rizal Ramli akan diangkat, padahal selama pemerintahan kami selalu hadir," ujarnya. [R2]