INILAH.COM, Cilacap - Lezatnya nasi kebuli ternyata sudah terbayang dalam benak 3 terpidana mati kasus Bom Bali I, Amrozi, Mukhlas alias Ali Ghufron, dan Imam Samudra. Mereka ingin merayakan Lebaran 2008 dengan makan nasi kebuli. Nyaaam!!
Hal tersebut mereka sampaikan saat berbincang-bincang dengan anggota Tim Pembinaan Mental Spiritual Lembaga Pemasyarakatan Nusakambangan, H.Hasan A. Makarim, usai salat Jumat di Masjid At Taubah, LP Batu, Pulau Nusakambangan, Cilacap, Jumat (19/9).
"Tadi kita sempat berbincang-bincang dan bercanda. Mereka bilang, ustad mari kita rayakan hari Lebaran besok dengan makan nasi kebuli," cerita Hasan di Cilacap.
Hasan mengatakan, tiga terpidana mati tersebut dalam keadaan sehat dan penuh keceriaan meski mereka tidak diperkenankan menjalankan salat tarawih di masjid. Ketiganya salat tarawih di selnya. Menurut dia, wajah Amrozi dan kawan-kawan tidak menunjukkan adanya kecemasan menghadapi eksekusi mati.
"Bahkan, ketika saya bilang jika di luar ramai membicarakan rencana eksekusi mati setelah Lebaran, mereka malah mengatakan, biarkan saja," cerita Ketua Bidang Pemberdayaan Masyarakat Majelis Ulama Indonesia Kabupaten Cilacap itu.
Terkait dengan pelaksanaan salat Jumat, dia mengatakan, Amrozi dkk berada pada barisan paling depan. Amrozi berada di belakang Hasan sebelah kiri, Ali Gufron sebelah kanan Hasan, dan Imam Samudra berselang dua orang sebelah kanannya.[*/L8]