INILAH.COM, Jakarta - Persidangan Ketua Umum FPI Habib Rizieq Shihab mendapat perhatian khusus anggota Komisi I DPR asal FPBB Ali Mochtar Ngabalin. Dia pun menghadiri persidangan Rizieq yang dinilai hanya sebagai dagelan itu.
"Di DPR saya mendapat laporan, sidang Rizieq dinilai teman-teman seperti dagelan, karena
sarat dengan kepentingan politis," kata Ngabalin saat ditanya alasan kehadirannya dalam persidangan Rizieq di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Jakarta, Senin, (22/9). Rizieq menjadi terdakwa penyerbuan massa AKKBB di Monas 1 Juni 2008.
Ngabalin mengaku mendapat kabar dari koleganya di DPR yang secara khusus menangani masalah persidangan akan memerhatikan sidang Rizieq. Tujuannya agar jangan sampai sidang Rizieq diintervensi kepentingan asing.
"Kalau persidangan selalu menjalankan agenda asing, akan dibawa ke mana hukum negara kita ini. Saya punya tanggung jawab moral, baik secara pribadi maupun institusi atas semua ketidakadilan yang berlangung dalam persidangan ini," ujar Ngabalin.
Indonesia, lanjut dia, tidak bisa mewarisi gaya-gaya lama dalam hal persidangan. Hal tersebut membuatnya kecewa. Apalagi dirinya pribadi sangat respek terhadap Rizieq sebagai tokoh, guru, dan sahabat, sehingga tidak patut dilecehkan.
Rizieq ngambek tak mau menghadiri persidangan? "Sebagai terdakwa, dia punya hak untuk protes. Saya pikir hakim juga akan menilai protes Ustad (Rizieq) soal saksi dari Ahmadiyah yang disumpah dengan Alquran," kata Ngabalin.[Samsul Hidayat/L3]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !