INILAH.COM, Jakarta - Menemui Gus Dur, rupanya Ketua Umum Komite Bangkit Indonesia (KBI) Rizal Ramli ingin meminta dukungan menjadi capres. Gus Dur pun memberikan dukungannya. Tapi ada syaratnya...
"Rizal teman saya. Dia meminta dukungan saya jadi capres. Saya dukung sepenuhnya... kalau saya tidak jadi capres," kata Gus Dur mengundang gelak tawa di Kantor PBNU, Jakarta, Senin (22/9).
Menurut Gus Dur, kalau tidak mendukung Rizal, bagaimana dengan perjuangan Rizal dan rakyat melawan kebijakan yang tidak berpihak kepada rakyat.
Rizal minta perlindungan Gus Dur juga karena bakal jadi tersangka demo rusuh kenaikan harga BBM 24 Juni 2008? "Persoalannya apa berani Polri berhadapan dengan saya," tantang Gus Dur.
Sementara Rizal menuturkan pertemuannya dengan Gus Dur merupakan rangkaian silaturahmi dengan tokoh nasional pro-demokrasi. Setelah bertemu Taufiq Kiemas dan Gus Dur, selanjutnya adalah Amien Rais.
"Besok jam sembilan pagi saya bertemu Amien Rais (mantan Ketua MPR) di rumahnya. Lusa, saya bertemu Adnan Buyung Nasution (anggota Wantimpres)," kata Rizal yang mengaku sangat dekat dengan Gus Dur.
Mantan Menko Perekonomian era Gus Dur ini menganggap Gus Dur sebagai guru berpolitik, berdemokrasi, berpluralisme dan berkemanusiaan.
"Gus Dur sahabat perjuangan. Walau jarang bertemu, saya memahami perjuangan Gus Dur uuntuk demokrasi Indonesia. Saya anggap Gus Dur sebagai bapak," kata Rizal yang sudah yatim piatu sejak usia 6 tahun ini.[L3]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !