INILAH.COM, Banda Aceh - Mantan pemimpin tertinggi Gerakan Aceh Mereka (GAM) Tgk DR Hasan Tiro dijadwalkan pulang ke kampung halamannya di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam (NAD). Setelah 30 tahun di pengasingannya di Swedia, dia dijadwalkan menginjak Aceh pada 11 Oktober 2008.
Ketua Komisi Peralihan Aceh (KPA) Pusat, Muzakkir Manaf di Banda Aceh, Rabu, menyatakan, kepulangan Hasan Tiro yang dijadwalkan pada 11 Oktober 2008 itu merupakan keinginannya sendiri, tanpa ada yang mengundang.
"Jadi, kepulangan Hasan Tiro itu tidak ada kaitannya dengan undangan pihak lain, tapi murni keinginannya sendiri untuk bersilaturrahmi dengan keluarga dan masyarakat Aceh setelah hampir 30 tahun ditinggalkannya," kata Muzakkir didampingi juru bicaranya Ibrahim KBS, Rabu (24/9).
Ketika ditanya berapa lama dan agendanya selama di Aceh, ia menyatakan, pihaknya juga belum mengetahui secara pasti berapa lama Hasan Tiro berada di Aceh.
Demikian juga mengenai agenda kegiatan mantan pimpinan GAM tersebut. Muzakkir mengaku juga belum bisa memastikan, karena belum ada jadwal yang pasti. Tapi, yang jelas Hasan Tiro akan ke kampung halamnnya di Tiro, Kabupaten Pidie.
Muzakkir yang juga Ketua DPP Partai Aceh itu menyatakan, kepulangan Hasan Tiro tersebut diharapkan bisa memperkuat perdamaian MoU Helsinki yang kini sedang berjalan di Aceh.
Apakah kedatangan Hasan Tiro sudah dikonfirmasi dengan Pemerintah Indonesia? "Hal itu sudah dilakukan, karena tanpa dukungan dan komitmen kedua pihak tidak bisa terlaksana," imbuh dia.[*/L8]