INILAH.COM, Jakarta Selangkah lagi Kombes Bambang Hendarso Danuri (BHD) akan menempati posisi Kapolri, menggantikan Jenderal Sutanto. Selasa (24/9) DPR bahkan telah sepakat BHD menduduki pos tertinggi di jajaran Kepolisian itu. Apa kehebatan BHD?
BHD dalam visi-misinya di Komisi III DPR Senin (22/9), setidaknya memaparkan program kerja yang tak jauh berbeda dari kebijakan yang dilakukan Jenderal Sutanto. Ini sebabnya BHD disebut oleh beberapa kalangan sebagai menjiplak program kerja Sutanto.
Tapi ia membantah tudingan itu. "Saya kira tidak benar kalau program saya mencontek Jenderal Sutanto," kata BHD ketika ditemui seusai sidang paripurna DPR, Rabu (24/9) di gedung DPR.
Apa argumentasi BHD dan di mana pula perbedaan intinya? Berikut ini wawancara lengkapnya:
Bagaimana perasaan Anda, setelah DPR menyetujui Anda menjadi Kapolri baru?
Pertama, dengan diputuskan dalam rapat paripurna DPR di bulan Ramadhan ini, tentunya saya mengucapkan puji syukur atas amanat yang diberikan kepada saya. Dan saya akan melanjutkan apa yang telah dilakukan Jenderal Polisi Sutanto sebagai sebuah prioritas, sebagaimana saya sampaikan dalam uji kelayakan dan kepatutan di Komisi III DPR. Insya Allah ke depan Polri benar-benar mendapat support dan kepercayaan dari masyarakat.
Bagaimana langkah konkret Anda dalam memberantas narkoba?
Gara-gara narkoba, ribuan masyarakat telah menjadi korban. Ini harus kita perangi semua. Jadi konsepnya, paling penting adalah upaya pencegahan hingga semua lini. Dengan strategi kepolisian yang memungkinkan masyarakat ikut berperan serta memberikan supporting, kita akan mampu mencegah narkoba.
Kedua, penegakan hukum dengan sikap tegas terhadap penyalahgunaan narkoba. Kita tidak akan pandang bulu, siapa pun yang terlibat harus ditindak tegas. Itu akan kita breakdown bagaimana cara menindak di lapangan dengan cara hukum.
Bagaimana dengan penyelesaian kasus Munir?
Kasus Munir sudah berjalan di pengadilan.
Bagaimana dengan pengamanan Pemilu 2009?
Insya Allah dengan operasi, ke depannya dari parpol, masyarakat, TNI kita bersama-sama untuk mengamankan pemilu.
Ada anggapan bahwa Anda hanya mencontek program kerja Jenderal Sutanto?
Saya rasa tidak betul. Kebijakan strategi memang harus berjalan dengan simultan, jadi tidak bisa dipotong di tengah jalan. Jadi visi-misi itu tetap tidak boleh berubah.
Yang jelas, kami akan membuat prioritas, karena kita sudah membuat prioritas dalam era reformasi yaitu insfrastruktur, kultural. Untuk kultural masih dalam berproses; dan inilah yang menjadi entry point untuk kita jadikan sasaran ke depan.
Sampai hari ini masih banyak keluhan dan kritikan dalam pelayanan publik. Jadi untuk kebijakan ke dalam dan keluar, pencitraan tegas. Ke depan dalam pelayanan Polri sifatnya humanis. Pemberantasan pungli di jalan dan tempat pelayanan akan kami prioritaskan. [P1]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !