inovasi portal berita
Sabtu, 11 Februari 2012 Follow: Facebook twitter Dollar Kurs BI: 1 US Dollar = Rp.8,993.00   Mobile Mobile   Newsletter Newsletter   RSS RSS
Bambang Hendarso Danuri

Saya Tidak 'Nyontek' Sutanto!

Headline
Bambang Hendarso Danuri - inilah.com/Abdul Rauf
Oleh: R Ferdian Andi R
Kamis, 25 September 2008 | 00:05 WIB
INILAH.COM, Jakarta Selangkah lagi Kombes Bambang Hendarso Danuri (BHD) akan menempati posisi Kapolri, menggantikan Jenderal Sutanto. Selasa (24/9) DPR bahkan telah sepakat BHD menduduki pos tertinggi di jajaran Kepolisian itu. Apa kehebatan BHD?
BHD dalam visi-misinya di Komisi III DPR Senin (22/9), setidaknya memaparkan program kerja yang tak jauh berbeda dari kebijakan yang dilakukan Jenderal Sutanto. Ini sebabnya BHD disebut oleh beberapa kalangan sebagai menjiplak program kerja Sutanto.
Tapi ia membantah tudingan itu. "Saya kira tidak benar kalau program saya mencontek Jenderal Sutanto," kata BHD ketika ditemui seusai sidang paripurna DPR, Rabu (24/9) di gedung DPR.
Apa argumentasi BHD dan di mana pula perbedaan intinya? Berikut ini wawancara lengkapnya:
Bagaimana perasaan Anda, setelah DPR menyetujui Anda menjadi Kapolri baru?
Pertama, dengan diputuskan dalam rapat paripurna DPR di bulan Ramadhan ini, tentunya saya mengucapkan puji syukur atas amanat yang diberikan kepada saya. Dan saya akan melanjutkan apa yang telah dilakukan Jenderal Polisi Sutanto sebagai sebuah prioritas, sebagaimana saya sampaikan dalam uji kelayakan dan kepatutan di Komisi III DPR. Insya Allah ke depan Polri benar-benar mendapat support dan kepercayaan dari masyarakat.
Bagaimana langkah konkret Anda dalam memberantas narkoba?
Gara-gara narkoba, ribuan masyarakat telah menjadi korban. Ini harus kita perangi semua. Jadi konsepnya, paling penting adalah upaya pencegahan hingga semua lini. Dengan strategi kepolisian yang memungkinkan masyarakat ikut berperan serta memberikan supporting, kita akan mampu mencegah narkoba.
Kedua, penegakan hukum dengan sikap tegas terhadap penyalahgunaan narkoba. Kita tidak akan pandang bulu, siapa pun yang terlibat harus ditindak tegas. Itu akan kita breakdown bagaimana cara menindak di lapangan dengan cara hukum.
Bagaimana dengan penyelesaian kasus Munir?
Kasus Munir sudah berjalan di pengadilan.
Bagaimana dengan pengamanan Pemilu 2009?
Insya Allah dengan operasi, ke depannya dari parpol, masyarakat, TNI kita bersama-sama untuk mengamankan pemilu.
Ada anggapan bahwa Anda hanya mencontek program kerja Jenderal Sutanto?
Saya rasa tidak betul. Kebijakan strategi memang harus berjalan dengan simultan, jadi tidak bisa dipotong di tengah jalan. Jadi visi-misi itu tetap tidak boleh berubah.
Yang jelas, kami akan membuat prioritas, karena kita sudah membuat prioritas dalam era reformasi yaitu insfrastruktur, kultural. Untuk kultural masih dalam berproses; dan inilah yang menjadi entry point untuk kita jadikan sasaran ke depan.
Sampai hari ini masih banyak keluhan dan kritikan dalam pelayanan publik. Jadi untuk kebijakan ke dalam dan keluar, pencitraan tegas. Ke depan dalam pelayanan Polri sifatnya humanis. Pemberantasan pungli di jalan dan tempat pelayanan akan kami prioritaskan. [P1]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !
2 Komentar
Bunda Lia Songgo Buwono @ Jumat, 28 Agustus 2009 | 15:55 WIB
Sabar, Ikhlas, Eling, Waspada, Jujur dan selalu Menyukuri njih Pak. Maju terus pantang mundur, Saya do'akan Panjenengan bisa dan mampu menangkap Nurdin M Top beserta antek-anteknya agar negeri ini aman dan damai. Panjenengan tentu bisa do'a kami selalu. Wass Bunda Lia Songgo Buwono. http://songgobuwono.blogspot.com
Bunda Lia Songgo Buwono @ Jumat, 28 Agustus 2009 | 15:47 WIB
Pak Bambang jangan menyerah kami berdo'a membantu tugas Suci P.Bambang, apalagi menyikapi kasus Nurdin M Top ? Bagaimana mau nyergap wajah aja udah dirubah… jangan dengar comentar di luar, mereka ber comentar sih gampang tapi Polri Densus 88 tidak lenggang kangkung, mereka sudah extra kerja….. memang sembarangan orang berkomentar tak karuan kalau memang mereka itu merasa bisa biar mereka sendiri yang tangkap pak ….Ya Allah kenapa kita luput lagi di Temanggung??????? Harusnya kita ikut prihatin dan membantu Polri - Densus 88 walau lewat do’a kita, dengan niat tulus ikhlas kita pasti dapat membantu Polri Densus 88 untuk menangkap Nurdin M Top beserta antek-anteknya…… Innallaha laa yughoiyyiru maa bi qoumin hatta yughoiy yiru maa bi anfusihim. kita telah usaha lahir batin tapi hakekat keputusan kita serahkan pada Allah SWT. Ya Allah ya Tuhan kami berikan Rahmad dan HidayahMu kepada Polri - Densus 88 agar mendapatkan petunjuk yang benar dan lurus dalam segala usaha pengejaran-pencarian hingga penangkapan Nurdin M Top mudahkanlah Polri - Densus 88 dalam segala urusan. Amin. HIDUP POLRI DENSUS 88 MERDEKA !!!
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA TERKINI
BERITA POPULER
RSS| Layanan Mobile| Tentang Kami| Disclaimer| Kontak Kami| Karir| Newsletter
Copyright 2008 - 2012 inilah.com, All rights reserved inilah.com.