INILAH.COM, Jakarta - Kejadian susu bermelamin yang diproduksi China tidak hanya dialami di Indonesia, melainkan terjadi di seluruh dunia. Bagi Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) tidak merasa kecolongan atas kejadian itu, meski produk-produk China selalu membuat masalah di Indonesia.
"Seluruh dunia tidak ada yang tahu. Tanggal 16 September kemarin International Food Safety Network mengumumkan bahwa susu produk China mengandung melamin. Jadi, BPOM bukan kecolongan, tapi seluruh dunia," papar Kepala BPOM Husniah Rubiana Thamrin, usai jumpa pers di Depkominfasi, Rabu (24/9).
Dituturkan Husniah, tidak ada yang tahu bahwa susu produk China bermelamin dan tidak ada yang memeriksa melamin di dalam produk.
"Di seluruh dunia kan ada parameternya untuk memeriksa. Misalkan susu kita periksa kadar nitrogen. Lagipula tidak pernah ada yang mencampurkan melamin di dalam susu," ucap Husniah.
Tapi meski begitu, tambah Husniah, bukan berarti pihaknya tidak melakukan antisipasi. Makanya, lanjut Husniah, BPOM melakukan penghentian importasi produk China dari tanggal 18 september yang berbasis susu dan mengandung susu.
"Mengenai batas waktunya kita belum tahu," ujar Husniah.[L8]