INILAH.COM, Jakarta - Pengamat telematika Roy Suryo menjadi saksi pada sidang lanjutan Habib Rizieq yang digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat (PN Jakpus). Agenda sidang juga memutar dua video yang salah satunya tentang insiden Monas. Menurut Roy video insiden Monas itu tidak ada rekayasa alias asli.
"Tidak ada rekayasa, baik itu urutan adegan yang disebut skenario dan juga tidak ada perubahan suara maupun gambar. Saya jamin itu," kata Roy usai persidangan.
Menurut Roy, video insiden Monas sudah dipindahkan dari kamera ke bentuk CD pada 2 Juni 2008 malam tanpa edit. "Semuanya tidak terputus-putus," tegas Roy.
Untuk kejadian pengacungan senjata api dalam video itu, tambah Roy, terjadi pada menit kesebelas detik kedua belas. "Itu jelas, bahwa yang mengacungkan senjata api terjadi di tengah-tengah durasi rekaman yakni sesudah Munarman melakukan penyerangan dan membakar mobil," papar Roy
Bahkan, sambung Roy, orang yang membawa senjata itu adalah teryata berasal dari Polres Tangerang setelah diprovokasi oleh massa (FPI) yang berteriak tembak sebanyak 3 kali. Sedangkan Munarman yang terekam dalam rekaman itu mengeluarkan kata-kata kotor.
"Kata-kata kotor hewan yang dipelihara manusia. Bahkan hewan yang dianggap najis oleh umat Islam, bahkan ke aparat. Munarman mengatakan kemana kalian ada orang-orang Amerika di sana" ujar Roy.
Bagi Roy, dirinya sedang berpuasa sehingga tidak bisa mengulangi kata-kata kotor itu. Kata-kata itu bisa diserahklan ke ahli bahasa. "Tapi saya memastikan itu. Munarman berjarak diambil gambar sekitar 1 meter. Insya allah dapat berguna bagi masyrakat dan saya tidak berpihak pada kepentingan manapun," pungkas Roy.[Djibril Muhammad/L6]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !