INILAH.COM, Jakarta - Koalisi luar biasa Partai Golkar, PDIP dan PKS yang didengungkan Taufiq Kiemas memang indah. Namun itu terbilang masih prematur jika dibicarakan sekarang. Apalagi, PKS belum bisa dipastikan akan menang di Pemilu 2009.
"Terlalu prematur dan terlalu dini bila kita membicarakan koalisi sekarang. Kita tidak tahu PKS itu menang atau tidak dalam pemilu 2009, dan kalau kita berkoalisi sekarang, Golkar sudah pernah memiliki pengalaman saat PDIP dan Golkar berkoalisi pada pemilu 2004 Presidennya kalah," ujar Ketua DPP Partai Golkar Firman Subagyo kepada INILAH. COM, Jakarta, Jumat (26/9).
Menurut Firman, saat ini Golkar masih mengusung dan mendukung Presiden SBY dan Walik Presiden M Jusuf Kalla sampai masa jabatan tahun 2009. Golkar akan membahas koalisi setelah penetapan calon legislatif. Namun Firman tidak membantah kalau Golkar telah melakukkan pertemuan-pertemuan dengan PDI-P.
"Jadi setiap perlemuan yang dilakukan itu hanya silaturahmi biasa," jelasnya.
Koalisi itu, Lanjut Firman, memang dibentuk untuk memberikan dukungan politis kepada calon presiden yang diusung dan koalisi juga merupakan strategi politik untuk mendukung pemerintahannya nanti. Namun tidak perlu dibahas sekarang.
"Jadi bila koalisi ini membahas tentang pilpres namun belum tahu calonnya presidennya siapa? Apakah calonya memiliki popularitas, integritas? Tidak ada gunanya di bicarakan sekarang," pungkasnya.[L8]