Senin, 28 Mei 2012 | 13:00 WIB
Follow Us: Facebook twitter
PDIP-Golkar-PKS Koalisi Buru Kekuasaan
Headline
Sigit Pamungkas - dok.pribadi
Oleh: Malikul Kusno
web - Jumat, 26 September 2008 | 15:01 WIB
INILAH.COM, Jakarta - Koalisi PDIP-Golkar-PKS semakin mengkristal. Bahkan ketiga elit partai sepakat ingin membangun koalisi sebelum Pemilu 2009. Namun koalisi ketiganya dinilai masih sulit.

"Koalisi PDIP-Golkar-PKS adalah koalisi proyekisme. Mereka berkoalisi untuk mengejar proyek kekuasaan saja tanpa memikirkan kelanjutan setelah berkoalisi," kata pengamat politik UGM Sigit Pamungkas ketika berbincang dengan INILAH.COM, Jumat (26/9).

Jika koalisi ini hanya untuk mengejar kekuasaan, Sigit mengkhawatirkan akan berujung pada perpecahan politik. Sebab, biasanya setelah tujuan sudah selesai, koalisi malah renggang. Dan 2 periode pemerintahan Indonesia hasil koalisi menjadi relatif tidak efektif dan stabil.

Menurut sigit, perbedaan ideologi politik antara Islam dan nasionalis bakal menghambat koalisi itu. Karena, dalam banyak hal struktur ideologi pemilih sangat menentukan pilihan partai dan jenis konstestan yang akan menyuarakan aspirasi mereka.

Belajar dari pengalaman sirkulasi suara pemilih di Pemilu 2004. Tidak ada pemilih dari kalangan muslim seperti PKS, yang mendukung partai nasionalis. Jika merasa tidak puas, pemilih PKS akan menyebrang ke PAN, PKB dan partai sejenisnya.

"Jika elit partai gagal membangun komunikasi yang kuat di akar rumput, maka koalisi akan menimbulkan resistensi politik yang cukup tajam," imbuh Sigit.[L8]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.