INILAH.COM, Jakarta - Koalisi PDIP-Golkar-PKS dinilai bisa mengancam posisi Presiden SBY. Berkaca dari pengalaman pilkada di daerah tingkat I dan II, jika PDIP berkoalisi dengan Golkar umumnya pasti menang, apalagi ditambah dengan PKS. Jreeng!
Menurut peneliti senior Lembaga Survei Indonesia (LSI) Iman Suhirman Iman, mekanisme parliamentary treshold dalam UU Pemilu akan menguntungkan bagi koalisi ini. Karena dipastikan partai yang bakal lolos tidak lebih dari 8 partai. Sehingga fraksi yang terbentuk di parlemen juga tidak terlalu banyak.
Hal ini memudahkan bagi konsolidasi demokrasi. Karena akan terbentuk pemerintahan yang kuat dan efektif. Parlemen pun tidak akan mudah melakukan kritik tanpa dasar-dasar yang kuat.
"Ke depan, koalisi bisa terjadi permanen sehingga akan berlanjut pada koalisi di pilkada," imbuh Iman.
Namun selain koalisi, figur capres juga sangat penting. "Terlepas dari koalisi itu, sosok figur juga ikut menentukan kemenangan koalisi. Meskipun mesin politik partai telah bekerja maksimal, jika figurnya tidak layak jual maka koalisi akan kalah," jelas dia.[L8]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !