INILAH.COM, Jakarta - Beberapa kalangan menyatakan koalisi 3 PDIP-Golkar-PKS akan luar biasa baik secara elektoral maupun menggalang kekuatan menggoyang SBY. Namun Partai Demokrat tenang-tenang saja bahkan mengaku tidak keder dengan manuver ini.
"Mana ada dalam berpolitik itu kedar-keder. Kami dulu dianggap kecil, tapi hasilnya di pemilu 2004 kami menang. Yang penting, jangan kalau menang mabuk atau kalah ngamuk," kata Sekretaris Dewan Pakar DPP Partai Demokrat kepada INILAH.COM di Jakarta, Jumat (26/9).
Mantan Sekretaris Fraksi PD ini menilai, bahwa berkoalisi sebelum pemilihan umum calon legislatif masih berupa wacana. Karena konstelasi politik yang sebenarnya adalah setelah pemilu caleg. "Sebab sudah jelas siapa mendukung siapa," ujar Sutan.
Lebih lanjut Sutan menambahkan, Demokrat bisa saja berkoalisi dengan partai manapun, baik partai Islam maupun partai nasionalis. Karena, menurutnya, saat ini PD berada di partai tengah atau netral. "Dalam berkoalisi Demokrat memiliki keunggulan, yakni bisa berkoalisi dengan siapa saja, karena posisi partai tengah," cetus Sutan.
Sutan menambahkan, Partai Demokrat belum berencana mengaluarkan wacana koalisi dengan partai lain. Menurutnya saat ini Demokrat sedang serius untuk mendapatkan perolehan suara pemilu 2009 sebesar 15%.[L8]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !