INILAH.COM, Banda Aceh - Atas niatnya sendiri, Tengku Hasan Tiro akan pulang kampung ke Aceh Darussalam pada 11 Oktober 2008. Gubernur Aceh berharap kepulangan mantan pemimpin tertinggi GAM itu difasilitasi.
"Karena Hasan Tiro merupakan salah satu tokoh kunci perdamaian Aceh sudah seharusnya kepulangannya difasilitasi dengan keprotokoleran," kata Gubernur Irwandi Yusuf melalui Kepala Biro Hukum dan Humas Setprov NAD, Hamid Zein di Banda Aceh, Jumat (26/9).
Irwandi menyambut positif rencana kepulangan Hasan Tiro ke Aceh setelah lebih dari 30 tahun meninggalkan kampung halamannya dan menetap serta menjadi warga negara Swedia. Irwandi juga sudah menganggap Hasan Tiro yang di kalangan mantan GAM merupakan Wali Nanggroe seperti orang tuanya sendiri setelah ayahnya.
Sebelum berangkat kembali untuk menjalani perawatan kesehatan ke Singapura Kamis(25 September, Irwandi juga sudah berkonsultasi dan menghadap langsung Kapolda NAD Irjen Pol Rismawan untuk meminta pengamanan saat kepulangan Hasan Tiro.
"Karena rasa hormat dan dianggap orangtua sendiri sudah sepantasnya gubernur mengharapkan yang terbaik untuk kepulangan Hasan Tiro," tambah Hamid Zein.
Sejak rencana kepulangannya dinyatakan oleh Ketua Komisi Peralihan Aceh (KPA) Pusat Muzakkir Manaf, hingga saat ini belum ada koordinasi apapun antara pihak pemerintah Aceh dengan pihak Hasan Tiro baik mengenai jadwal maupun agendanya selama di Aceh.
Sebelumnya Muzakkir Manaf mengatakan kepulangan Hasan tiro ke Aceh merupakan keinginannya sendiri untuk bersilaturrahmi dengan keluarga dan masyarakat Aceh setelah hampir 30 tahun ditinggalkannya, tanpa ada yang mengundang.[*/L8]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !