inovasi portal berita
Kamis, 9 Februari 2012 Follow: Facebook twitter Dollar Kurs BI: 1 US Dollar = Rp.8,988.00   Mobile Mobile   Newsletter Newsletter   RSS RSS

Gus Dur: FPI Alat Kepentingan Tertentu

Headline
Abdurrahman Wahid - inilah.com/subekti
Oleh: Abdullah Mubarok
Jumat, 26 September 2008 | 23:56 WIB
INILAH.COM, Jakarta Ketua Umum Dewan Syuro PKB Abdurrahman Wahid menganggap insiden bentrokan antara massa FPI dengan massa AKKBB (Aliansi Kebangsaan untuk Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan) saat persidangan Habib Rizieq Shihab, Kamis (25/9) merupakan kesalahan FPI.

"Yang bersalah tetap FPI, bubarkan saja," ujar Gus Dur, dalam acara berbuka puasa di kantor DPP PNI Marhaenisme, Tebet, Jakarta Selatan, Jumat (26/9) malam.

Gus Dur menegaskan bahwa FPI merupakan sebuah ormas yang dijadikan sebuah alat untuk kepentingan tertentu. Beberapa pejabat negara saat itu, seperti Menhankam/Pangab Wiranto, Pangkostrad Djaja Suparman, dan Kapolri Nugroho Djajoesman, menurutnya, ikut mendirikan organisasi itu.

Insiden yang terjadi di depan Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, telah memakan empat korban. Tiga korban di antaranya berasal dari massa FPI dan satu orang dari massa yang memakai kaus bertuliskan 'Banser Gus Nuril'.

Bentrokan terjadi setelah massa FPI dilempari massa yang mengaku Banser itu, saat jeda salat Dzuhur. Kepala Satkorwil Banser DKI Jakarta Avianto Muhtadi, membantah jika pihaknya telah mengerahkan massanya di sidang itu untuk mendukung AKKBB. [R2]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA TERKINI
BERITA POPULER
RSS| Layanan Mobile| Tentang Kami| Disclaimer| Kontak Kami| Karir| Newsletter
Copyright 2008 - 2012 inilah.com, All rights reserved inilah.com.