INILAH.COM, Jakarta - Kedutaan Besar Amerika Serikat untuk Indonesia mengungkapkan bahwa debat capres AS tahun ini akan menjadi debat yang paling ketat sepanjang sejarah Pemilu AS.
Public Diplomacy Officer Kedubes AS Tristram mengatakan, acara debat akan menjadi menarik. Karena akan berisikan isu ekonomi dan hubungan politik internasional AS, terutama mengenai sikap terhadap Iran yang dituding mengembangkan senjata nuklir.
"Ini akan menjadi sejarah, karena pertama kalinya tidak ada presiden yang kembali menjadi kandidat dan seorang Afro Amerika untuk pertama kalinya menjadi kandidat Presiden AS," papar Public Diplomacy Officer Kedubes AS Tristram pada acara press briefing hari Jumat (26/9) di Jakarta.
Kampanye capres AS, menurutnya, juga menjadi menarik karena menghabiskan dana yang cukup banyak. Selama Agustus, total dana yang diperoleh dari fundraising capres Partai Demokrat Barrack Obama US$ 66 juta, yang memecahkan rekor penggalangan dana selama sebulan.
Sementara kubu John McCain mengumpulkan US$ 47 juta pada bulan yang sama, dan merupakan rekor terbaiknya. Setelah dicalonkan sebagai presiden dari Partai Republik, McCain menerima US$ 84 juta dalam bentuk dana publik yang dialokasikan dari sistem pembiayaan kampanye.
Debat seharusnya akan digelar Jumat (26/9) waktu AS. Namun McCain meminta debat ditunda sampai ada kesepakatan antara pemerintah dan Kongres soal rencana bantuan US$ 700 miliar untuk mengatasi krisis finansial. [R2]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !