inovasi portal berita
Minggu, 12 Februari 2012 Follow: Facebook twitter Dollar Kurs BI: 1 US Dollar = Rp.8,993.00   Mobile Mobile   Newsletter Newsletter   RSS RSS

PKS: Koalisi PDIP Harus Diawali Dialog

Headline
Mahfudz Siddiq - inilah.com/Abdul Rauf
Oleh: Samsul Maarif
Sabtu, 27 September 2008 | 07:04 WIB
INILAH.COM, Jakarta - Wacana koalisi gajah yang dilontarkan Ketua DPP PDIP Taufiq Kiemas, ditanggapi dengan baik oleh PKS. Karena itu, sudah seharusnya dilakukan kegiatan dialogis untuk menyamakan persepsi.

Ketua Fraksi PKS DPR Mahfudz Siddiq mengaku sangat mengapresiasi pernyataan Taufiq yang menggulirkan kembali wacana itu. "Ya memang kita tidak menutup mata. Kalau mau pemerintahan kuat dan efektif, ya jadinya mau tidak mau harus ada koalisi partai yang berbasis massa kuat," kata Mahfudz kepada INILAH.COM, di Jakarta, Jumat (26/9).

Mahfudz menjelaskan, selayaknya wacana koalisi tersebut dimulai dengan langkah pendekatan, baik dialogis ataupun lainnya. Dengan pendekatan dialogis tersebut, diharapkan bisa menemukan titik kesepakatan awal untuk langkah koalisi berikutnya.

"Ya saya setuju saja dengan wacana itu. Tapi dengan adanya pandangan awal tentang penyamaan agenda dasar guna pembangunan bangsa dan negara ini, akan lebih baik lagi," ujarnya.

Mahfudz juga mengaku sangat menghargai pernyataan suami mantan Presiden Megawati Soekarnoputri yang menggolongkan PKS ke dalam kelompok partai besar. "Jadi, intinya ini harus ada tindak lanjut. Tapi kita apresiasi kalau PKS dihitung sebagai partai yang besar," tuturnya.

Lebih lanjut Mahfudz menegaskan, PKS sudah menetapkan langkah koalisi partainya. Hal itu baru akan dilakukan setelah melihat hasil dari Pemilu Legislatif 2009. [R2]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA TERKINI
BERITA POPULER
RSS| Layanan Mobile| Tentang Kami| Disclaimer| Kontak Kami| Karir| Newsletter
Copyright 2008 - 2012 inilah.com, All rights reserved inilah.com.